POLHUKAM

PBNU Minta Umat Tidak Terprovokasi Ulah Jozeph Paul Zhang

Ketua Bidang Hukum dan HAM PBNU, Robikin Emhas. (ANTARA)
Ketua Bidang Hukum dan HAM PBNU, Robikin Emhas. (ANTARA)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta umat Islam tak terprovokasi atas penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang. PBNU berharap masyarakat menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada aparat kepolisian.

"Kita sebagai umat Islam, maka kita tidak boleh menunjukkan sikap (yang) tidak dibenarkan oleh agama, melakukan persekusi, tindakan balasan dan seterusnya. Serahkan kasus tersebut kepada kepolisian," kata Ketua Bidang Hukum dan HAM PBNU, Robikin Emhas dikutip dari ANTARA, Senin (19/4/2021).

Robikin menuturkan, Jozeph disinyalir sengaja mengeluarkan pernyataan bernada provokasi untuk membuat kegaduhan. Sebab hal itu disampaikan Jozeph secara sadar.

"Apalagi kita tahu yang bersangkutan ini dari ucapan-ucapan terlihat betul menyadari apa yang dia lakukan. Artinya tindakan provokatif itu sangat mungkin disengaja," Jelas Robikin.

PBNU, kata dia, mengecam segala bentuk dan tindakan penistaan agama yang dilakukan Paul Zhang. Ia juga berharap Zhang segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Di samping itu, Robikin mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam memburu Paul Zhang. Apalagi Polri telah berkoordinasi dengan interpol dalam perburuan pria yang telah meninggalkan Indonesia sejak 2018 itu.

"Saya mengapresiasi langkah kepolisian yang dengan sigap melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui keberadaan yang bersangkutan. Video viral dari yang bersangkutan sangat meresahkan masyarakat, sangat melukai umat Islam," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Video Jozeph yang mengaku nabi ke-26 beredar luas di media sosial dan viral. ​​​​​Selain itu, Jozeph juga melecehkan Nabi Muhammad dengan kata-kata yang tidak pantas.

Hal itu ia sampaikan dalam forum diskusi via zoom yang juga ditayangkan di saluran YouTube pribadinya. Ia pun menantang siapa saja yang berani melaporkan dirinya ke kepolisian terkait dengan penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26.

Editor: Khoirur Rozi