DAERAH

Stok Vaksin Palembang Menipis

Drop vaksin di Gudang Dinas Kesehatan Sumsel. (Foto : infosumsel.id/Rahmad KR)
Drop vaksin di Gudang Dinas Kesehatan Sumsel. (Foto : infosumsel.id/Rahmad KR)

iNFO INDONESIA - Persediaan vaksin untuk program vaksinasi Covid 19 untuk Kota Palembang semakin menipis. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fauzia menerangkan, ketersedian stok vaksin untuk kota Palembang tersisa 46 ribu dosis atau tercukupi untuk 23 ribu jiwa dan peruntukannya diprioritaskan hanya untuk guru dan Lansia.

Terakhir kali Kota Palembang mendapat drop vaksin dari Gudang Dinkes Sumsel pada 17 Maret 2021 lalu, dengan 16.490 vial vaksin atau sekitar 165.000 dosis vaksin.

"Tersisa untuk 23 ribu orang, 60 persen untuk lansia, 40 persen untuk tenaga didik, Prioritas Lansia karena kalau sudah sakit bisa menjadi berat, dan waktu pemulihannya lumayan lama," jelas Fauzia, dilansir dari infosumsel.id, Kamis (22/4/2021).

Untuk mempercepat vaksinasi Lansia Pemkot mewajibkan 1 ASN membawa 5 Lansia ke Faskes dan juga menerapkan sistem jemput bola di tingkat Puskesmas. 

"Percepatan Lansia masih kita kebut. Teman-teman Puskesmas dan TNI ditugaskan untuk mensosialisasikan ini supaya Lansia tergerak. Pelayanan untuk Lansia ini di Faskes 1 RT 1 lansia, PKK juga mulai mengajak Lansia," tambahnya.


Ia juga menerangkan, dosis vaksin teruntuk Kota Palembang masih menggunakan stok lama yakni tahap 1 dan 2 yang di drop bulan Maret lalu.

Hingga saat ini proses vaksinasi mencapai 73 persen untuk layanan publik dan 15 persen untuk Lansia.

Sementara Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Palembang, dr Mirza Susanty menambahkan, Pemerintah Kota Palembang tidak mendapat jatah vaksin termin lanjutan. Hal itu disebabkan serapan vaksinasi yang rendah, terutama pada golongan masyarakat Lansia.

"Lansia rendah serapan, karena dari data masuk lebih kurang di Palembang 181.030 lansia yang harus divaksin. Namun yang baru diserap baru sekitar 40 persen saja, " ujarnya.

Dikatakan Mirza, rendahnya penyerapan vaksin untul lansia disebabkan sejumlah faktor, seperti adanya kekhawatiran golongan lansia saat divaksin dan ditambah sebagian diantaranya mengidap komorbid.

Editor: Raden Mohd Solehin