POLHUKAM

Wakil Ketua MPR: KKB Ancaman Serius Bagi Keutuhan NKRI

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (ANTARA)
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (ANTARA)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua merupakan ancaman serius bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka dari itu, perlu ada penanganan lebih serius terhadap masalah ini.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad menyusul gugurnya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha dalam baku tembak dengan KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 15.50 WIT.

"Peristiwa gugurnya Kepala BIN Papua sekali lagi memberikan gambaran lebih jelas kepada kita semua bangsa Indonesia bahwa KKB, kelompok separatis yang ingin memisahkan Papua dari NKRI memang betul-betul suatu ancaman yang sangat serius bagi keutuhan dan integrasi seluruh wilayah NKRI," kata Ahmad Basarah kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (26/5/2021).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menjelaskan, pemerintah dan seluruh aparat harus bekerja lebih keras untuk menumpas KKB di Papua.

"Oleh karena itu, jangan sampai gugurnya Brigjen Putu tidak memberikan hikmah kepada kita semua. Untuk seluruh aparatur negara harus bekerja secara lebih terstruktur, sistematis, dan masif lagi di dalam upaya menanggulangi dan mengatasi kelompok-kelompok separatisme di Papua," jelas Ahmad.


"Saya kira ketegasan dan seluruh jajaran pemerintahan baik TNI, Polri, Kemendagri dan jajaran terkait harus lebih dikonsolidasikan lagi sehingga pemerintah lebih solid, kompak, dan efektif cara penanganannya," sambungnya.

Lebih lanjut Ahmad menuturkan, masalah yang terjadi di Papua tak hanya soal keamanan, melaikan keinginan masyarkat di sana untuk hidup sejahtera. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat hingga daerah lebih memperhatikan kesejahteraan yang diinginkan masyarakat Papua.

"Jadi pendekatannya memang semata-mata tidak hanya pendekatan keamanan, tapi harus kombinasi dengan pendekatan kesejahteraan, pendekatan kebudayaan, dan hal-hal lain yang bisa menyadarkan saudara-saudara kita di Papua bahwa mereka itu ditakdirkan sejak Hindia Belanda adalah bagian dari wilayah NKRI," imbuhnya.

Editor: Khoirur Rozi