TV

Kurang Setoran Mengemis TK Dianiaya



INFO INDONESIA - Sebuah video berdurasi 1 menit 47 detik viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang ibu memukul kepala seorang anak dengan tas yang dibawanya. Tak hanya itu pelaku juga menjambak rambut anak tersebut dan memukulnya.

Belakangan diketahui, pelaku bernama Suryani (46), yang merupakan nenek kandung dari korban berinisial TK.

Suryani memukul TK lantaran tidak terima karena setoran hasil mengemis hanya sedikit. Didalam video nampak Suryani terlihat mengenakan baju berwarna pink, dan juga bercelana jeans terlihat sedang memantau sambil makan dan minum menunggu kedatangan TK di pinggir jalan trotoar.

Namun, ketika TK datang kepada Suryani, dia justru mendapatkan pukulan dengan menggunakan tas setelah terlihat menjulurkan tangan seperti memberikan uang hasil mengamennya.

TK nampak kesakitan dan memegangi kepalanya dalam video tersebut. Namun, Suryani tetap memarahi dan mengomel kepada anak kecil tersebut. Mirisnya, Suryani pun menjambak rambut anak tersebut sehingga sang anak tampak kesakitan.


Warga yang merekam aksi Suryani lewat dalam mobil pribadinya pun ingin menolong TK dan mengancam akan melaporkan ke Polisi.“Woi, kulapoke polisi kau, jangan main – main ku laporke polisi kau, “ucapnya didalam video. Ketahuan aksinya Suryani pun pergi dan terlihat menyeret tangan TK untuk meninggalkan lokasi.

Kekinian, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang telah menangkap pelaku.

Unit PPA Polrestabes Palembang menerangkan bahwa TK setiap hari harus menyetor uang sekitar Rp30 ribu kepada Suryani. Malangnya, jika setoran kurang, maka TK harus menerima hukuman dengan dipukul dan dijambak rambutnya. 

"Terduga pelaku penganiayaan terhadap anak dan juga pelaku KDRT. Pelaku ini merupakan nenek kandung dari anak tersebut. Diduga juga termasuk dalam eksploitasi anak ," demikian terang Kasubdit PPA Polrestabes Palembang, Iptu Fifin Sumailan.


Video Terkait:
Seorang Warga Kota Palembang Dikeroyok Hingga Tewas
Editor: Andyanto