DAERAH

Kasus Positif COVID-19 Naik, Pekanbaru Tiadakan Salat Id di Masjid dan Lapangan

Ilustrasi COVID-19. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi COVID-19. (Dok. Pixabay)

JAKARTA - Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, menetapkan kebijakan peniadaan Salat Idulfitri 1442 H di masjid dan lapangan. Kebijakan tersebut diambil menyusul kembali meningkatnya kasus positif COVID-19 di daerah itu. 

"Berdasarkan rapat evaluasi penanganan COVID-19 dan persiapan Hari Raya Idulfitri bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru maka diputuskan untuk Salat Idulfitri digelar di rumah saja dan tidak ada Salat Idulfitri di masjid, musala dan lapangan," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus dalam keterangannya di Pekanbaru, Jumat (7/5/2021), seperti dilansir Antara.

Kota Pekanbaru, kata Firdaus, saat ini menyandang status zona merah COVID-19.

Firdaus juga mengingatkan kepada camat dan lurah agar dapat mengawasi aktivitas masyarakat di wilayahnya masing-masing dalam penyelenggaraan Salat Idulfitri. Sanksi akan diberikan jika melanggar kebijakan ini.

"Camat dan lurah agar melakukan pengawasan di wilayah masing-masing. Akan ada sanksi bagi penyelenggara yang melanggar, apakah itu panitia, pengurus masjid atau penanggung jawab dan penegakan hukum akan dapat dilakukan," kata dia.


Selain itu, Pemkot Pekanbaru, juga menutup pusat perbelanjaan hingga tempat wisata selama tiga hari menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri 1442 H.

 

Editor: Khairisa Ferida