WARNA-WARNI

Heboh Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Sebagai Kuliner Lebaran

Bipang Ambawang (Facebook/@bipangambawang)
Bipang Ambawang (Facebook/@bipangambawang)


JAKARTA –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan jelas menyampaikan bahwa Bipang Ambawang merupakan kuliner yang dapat dinikmati saat lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Promosi kuliner tersebut Jokowi sampaikan dalam sebuah video yang diunggah dalam Youtube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021 lalu dengan judul “06.05 Hari Bangga Buatan Indonesia”.

“Untuk Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah,” papa Jokowi.

Jokowi yang mempromosikan sejumlah makanan khas daerah, khususnya bipang Ambawang seketika membuat gaduh. Seperti diketahui bahwa bipang merupakan singkatan dari Babi Panggang, sehingga jika dimasukkan sebagai makanan kuliner untuk lebaran Idul Fitri tentu cukup membuat orang yang melihat promosi tersebut terkejut.

Bahkan Bipang sendiri sempat menjadi kata kunci paling populer di Twitter sepanjang Sabtu (8/5/2021). Sejumlah warganet ramai membahas adanya Bipang yang dipromosikan oleh Jokowi sebagai makanan saat lebaran nanti. Pantauan Info Indonesia, lebih dari 42 ribu tweet mewarnai kata kunci tersebut.


“Ngomong pesan Bipang (babi panggang) dalam konteks liburan lebaran tentu kurang elok. Tapi jangan lupa juga ada libur kenaikan Isa al Masih. Artinya, menyebut Bipang dalam konteks ini tentu bisa dipahami. Kelirunya itu gak semua konteks liburan disebutkan sedari awal. Heboh deh,” tulis akun @na_dirs yang disukai lebih dari 602 warganet.

“Assalamualaikum Pak @Jokowi, mohon diklarifikasi tentang oleh-oleh lebaran Bipang Ambawang karena itu adalah babi panggang yang jelas haram bagi muslim, apalagi ini Idul Fitri hari raya ummat Islam, tidak elok rasanya. Apakah ini disengaja, atau karena bapak tidak tahu?” terima kasih atas jawabannya,” tulis akun @Hilmi28.

Adapun juga yang menilai bahwa maksud Presiden Jokowi untuk mempromosikan Bipang Ambawang adalah kepada mereka yang merayakan kenaikan Yesus Kristus pada 13 Mei mendatang.

“Ingat selain lebaran tanggal 13 Mei hari raya kenaikan Yesus ke Surga, jadi Bipang Ambawang itu hak kami,” tulis akun @KatolikG.

Ramainya halnya tersebut akhirnya membuat Juru bicara Presiden Fadroel Rachman meluruskan maksud promosi makanan khas daerah Bipang Ambawang, bipang yang dimaksudnya yaitu makanan khas daerah yang dibuat dari beras.

“Ini BIPANG atau JIPANG dari beras. Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang. BIPANG atau JIPANG dari beras ini memang makanan hit sampai sekarang ya. Nuhun ~ #BungFADJROEL #Bipang,” tulis @fadjroeL, Sabtu (8/5/2021).

Sayangnya sejumlah warganet nampak lebih percaya bahwa yang dimaksud Presiden Jokowi adalah bipang asal Ambawang sebagai makanan khas Kalimantan tepatnya di Pontianak, di mana Ambawang rata-rata berpendudukan etnis Tionghoa.

“Bipang tuh emang khas sini sih karena orang sini sebagian dayak dan tionghoa, ambawang nama daerah sebelahan sama pontianak. Tapi yaa man ada muslim di ambawang bikin bipang pas lebaran, itu text gak dibaca dulu apa gimana sih pakde?” tulis akun @nmeilinaa.

 


Video Terkait:
Ubedilah Badrun Dilaporkan Relawan Jokowi Mania ke Polisi
Editor: Aprilia Rahapit