WARNA-WARNI

Mendag Luruskan Maksud Jokowi Soal Bipang Ambawang

Bipang Ambawang (Facebook/@bipangambawang)
Bipang Ambawang (Facebook/@bipangambawang)


JAKARTA –  Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan permohonan maaf, usai viralnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan makanan Bipang Ambawang, yang justru mengundang kesalahpahaman khususnya menjelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan kita semua harus melihat dalam konteks secara keseluruhan, dalam hal ini seluruh makanan yang dipromosikan Jokowi bukan hanya khusus untuk moment lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah saja.

“Pernyataan bapak presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang beragam dari berbagai suku, agama dan budaya,” jelas  Mendag Lutfi dengan tegas dalam video yang diunggah dalam judul “Pernyataan Menteri Perdagangan #Makin BanggaBuatanIndonesia”, Sabtu (8/5/2021).

Ia juga menekankan kembali bahwa Presiden Jokowi yang menyebutkan Bipang Ambawang adalah untuk mempromosikan kuliner Indonesia secara keseluruhan.

“Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal, jadi sekali lagi kuliner khas daerah yang disebut bapak presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang memang sangat beragam,” sambungnya.


Mendag Lutfi pun menyampaikan agar masyarakat dengan bangga mempromosikan kuliner nusantara yang sebagai bentuk dorongan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun begitu, Mendag Lutfi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi.

“Kami dari Kementerian Perdagangan selaku penanggungjawab dari acara tersebut, sekali lagi memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan bapak presiden. Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin agar semua bangga terhadap produksi dalam negeri, termasuk kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita,” tandas Mendag Lutfi.

 


Video Terkait:
Jokowi Sebut Menu Haram Untuk Idul Fitri
Editor: Aprilia Rahapit