POLHUKAM

Soal Palestina, PBNU Desak Indonesia Ambil Langkah Diplomatis

Ilustrasi Palestina. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi Palestina. (Dok. Pixabay)

JAKARTA - PBNU mengecam keras tindakan aparat kepolisian Israel yang melakukan penyerangan terhadap warga sipil Palestina.

"Terlebih ini merupakan bulan suci Ramadan, bulan saat umat Islam dan saudara-saudara di kita di Palestina sedang menjalankan ibadah puasa. Tragedi ini kembali melukai kemanusiaan kita," sebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2021).

PBNU mendesak PBB melakukan langkah cepat dan upaya strategis agar Palestina kembali damai, berdaulat sebagai sebuah negara yang diakui oleh seluruh bangsa di dunia.  

Selain itu, PBNU mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatis dan ikut andil dalam upaya menciptakan perdamaian di Palestina. 

"Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dari tanggungjawab internasional yakni turut berperan dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia," ungkap Helmy.


Dijelaskan Helmy bahwa NU sejak Muktamar ke-13 di Menes, Banten, Tahun 1938 telah menyatakan dukungan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sebagai sebuah bangsa yang merdeka. 

"Untuk itu, kami terus teguh pendirian untuk menyampaikan pandangan dan sikap bahwa bagi kami Palestina adalah bangsa yang berdaulat. Kami juga mendorong seluruh pihak untuk melakukan dialog agar kekerasan tidak terjadi lagi dalam upaya penegakan kadaulatan Palestina," tandasnya.

Bentrokan berdarah kembali terjadi dalam beberapa terakhir di sejumlah titik antara aparat keamanan Israel dan warga sipil Palestina menyusul upaya pengusiran warga Palestina dari Sheikh Jarrah, wilayah yang diklaim para pemukim Yahudi. 

Editor: Khairisa Ferida