WARNA-WARNI

Aktivis Birgaldo Sinaga Meninggal Dunia karena COVID-19

Foto terakhir Birgaldo Sinaga saat masih berjuang untuk sembuh dari COVID-19. (sumber: Faceboook/Instagram)
Foto terakhir Birgaldo Sinaga saat masih berjuang untuk sembuh dari COVID-19. (sumber: Faceboook/Instagram)


JAKARTA - Relawan kemanusiaan dan pegiat media sosial, Birgaldo Sinaga, meninggal dunia akibat COVID-19.

Dari pantauan di laman Facebook pribadinya, pria yang dikenal suka membantu orang kecil dan korban terorisme itu sempat mengaku sedang berjuang untuk sembuh. Kondisinya sempat menurun akibat sesak napas dan batuk bercampur darah.

"Man teman seperjuangan..Kondisi saya sedikit ngedrop. Nafas sesak. Batuk bercampur darah. Doakan yg terbaik ya..Terimakasih. God bless you,” tulis Birgaldo dua hari lalu.

Kabar kematiannya menyebar cepat di kalangan pegiat medsos dan aktivis lain. Politikus PDI Perjuangan, Charles Honoris, juga mengungkapkan duka citanya lewat instagram story milknya.

Sebelum kepergiannya, Birgaldo sempat mengungkap kesedihan dan penyesalannya karena sering meninggalkan istri dan putri semata wayangnya, Kathrine.


"I love you so much mami dan anakku Kathrine. Maafkan kalo papi selalu buat salah ya. Meninggalkan kalian selalu,” tulisnya, yang diunggah via akun IG @birgaldo_sinaga dua hari lalu.

Salah satu sahabat dekat Birgaldo adalah sesama pegiat medsos yang cukup kondang, Denny Siregar. Lewat akun Facebook pribadi, Denny yang dikenal sebagai aktivis pro-pemerintah menyatakan dukacita mendalam.

"Bro Birgaldo Sinaga maafkan temanmu ini. Selamat jalan, kawan,” tulis Denny.

"Pantas dari semalam aku gelisah dan tidak bisa tidur sampe sekarang. Rupanya Birgaldo Sinaga datang mengucapkan selamat jalan..Bir.. Jancuk.. aku sedih, bir..,” tambah Denny.

Salah seorang sahabatnya yang lain, Lindayani, lewat Facebook mengabarkan bahwa Birgaldo Sinaga meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bros Batam pukul 06.00 WIB tadi.

Di masa perawatannya, salah satu dukungan kepada Birgaldo datang dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Trinity Hutahaean (8), gadis cilik korban ledakan bom gereja di Samarinda pada tahun 2016, juga sempat menyampaikan doa dan dukungan kepadanya.

Sudah diketahui banyak orang bahwa, sejak dirinya dirawat di rumah sakit, Trinity terus mendapatkan dukungan penuh dari Birgaldo agar bisa sembuh dan beraktivitas lagi.

Editor: Halomoan