WARNA-WARNI

Menhub Klaim Kebijakan Larangan Mudik Efektif

Tangkapan layar Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi pada Sabtu (15/5/2021). (Dok. YouTube BNPB/Info Indonesia)
Tangkapan layar Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi pada Sabtu (15/5/2021). (Dok. YouTube BNPB/Info Indonesia)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya mengungkapkan kurang lebih 1,5 juta orang nekat pulang ke kampung halaman, meski kebijakan peniadaan mudik Lebaran telah diumumkan.

Menhub Budi mengatakan, angka tersebut masih di bawah dari angka survei Kemenhub, yang menyebut akan ada 33 persen masyarakat yang nekat mudik jika pemerintah tidak melarangnya.

"Kalau akan dilarang turun menjadi 11 persen dan saat pelarangan, saat kampanye sudah dilakukan turun jadi 7 persen. Setelah itu kami lakukan sejumlah aksi termasuk oleh Polri, turun lagi, menurut catatan kami kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit," ujar Menhub Budi dalam diskusi virtual bertajuk 'Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran' yang disiarkan YouTube BNPB, Sabtu (15/5/2021).

Berdasarkan data tersebut, Menhub Budi mengklaim bahwa kebijakan peniadaan mudik Lebaran 2021 efektif. Hal itu, kata dia, bisa diketahui dari menurunnya pergerakan transportasi di berbagai sektor.

"Jadi, apa yang kami lakukan cukup efektif dan ini ditandai bahwa sektor udara, sektor laut dan sektor kereta api turun sampai 10 persen. Akumulasi dari pergerakan ini adalah kurang lebih 55 persen dari pra sampai peniadaan mudik," jelas Budi.


"Oleh karenanya nanti kami akan melakukan survei ke terminal ASDP dan juga di Ngurah Rai bagaimana pergerakan itu dan bagaimana kita secara efektif melakukan testing antigen di beberapa tempat," sambungnya.

Demi mencegah lonjakan kasus COVID-19, pemerintah menerbitkan kebijakan peniadaan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan aturan yang memperketat mobilitas masyarakat selama H-14 (22 April -5 Mei 2021) peniadaan mudik dan H+7 (18 Mei -24 Mei 2021) peniadaan mudik. 

Ironinya, pada Selasa (10/5/2021), juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengonfirmasi bahwa lebih dari 4.000 pemudik positif COVID-19 setelah dilakukan tes secara acak.

Editor: Khairisa Ferida