POLHUKAM

Serangan Israel ke Palestina Langgar Konvensi Jenewa

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parti Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Kurniasih Mufidayati. (Dok Fraksi PKS DPR RI)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parti Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Kurniasih Mufidayati. (Dok Fraksi PKS DPR RI)


JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parti Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Kurniasih Mufidayati menyatakan, serangan Israel ke Palestina melanggar Konvensi Jenewa 1949. Sebabnya, serangan itu memakan korban anak-anak dan perempuan.

Menurut Mufida, banyaknya korban sipil terutama anak-anak dan perempuan merupakan kejahatan perang yang patut diadili. Ia pun mengutuk keras tindakan Israel terhadap warga Palestina di jalur Gaza.

"Berkali-kali dalam serangan ke Gaza yang jatuh korban adalah warga sipil termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak. Ini jelas kejahatan kemanusiaan, namun ironinya seluruh dunia tidak ada yang bisa membawa Israel  mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Mufida dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/5/2021).

Diketahui, Hingga hari ketujuh serangan Israel ke Gaza Palestina, dilaporkan 192 orang meninggal, 58 di antaranya merupakan anak-anak dan 34 perempuan. Sementara dilaporkan lebih dari 1.200 orang luka-luka.

Mufida menyebut perjuangan kaum ibu dan perempuan di Palestina berlipat ganda pada saat serangan terjadi. Saat serangan terjadi, para ibu harus menenangkan anak-anak mereka agar tidak trauma.


"Kami mendapat cerita dari kolega di Palestina bagaimana kaum ibu tidak bisa istirahat, tetap di rumah dengan suasana mencekam. Tapi pada saat Idul Fitri harus tetap memberikan hiburan bagi anak-anaknya agar situasi ini tidak menimbulkan trauma. Mereka berjuang sendirian di rumah-rumah," terangnya.

Mufida menambahkan, serangan keji Israel dilakukan pada saat umat Muslim di Palestina tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Hingga saat Idulfitri pun harus dirayakan dalam situasi yang mencekam.

"Serangan ini sengaja terus dilancarkan bahkan pada saat Ramadhan dan Hari Raya. Bayangkan anak-anak yang berhak mendapatkan pengalaman bahagia saat hari Idul Fitri, justru harus berhadapan dengan serangan brutal Israel," ungkapnya.

Editor: Khoirur Rozi