DAERAH

Tahanan Lapas Dalangi Peredaran Narkotika di Kaltim

BNNP Kaltim melakukan pemusnahan barang bukti dengan cara di blender. Di aula kantor BNNP Kaltim jalan Rapak Indah, Kota Samarinda pada Selasa (18/5/2021).
BNNP Kaltim melakukan pemusnahan barang bukti dengan cara di blender. Di aula kantor BNNP Kaltim jalan Rapak Indah, Kota Samarinda pada Selasa (18/5/2021).

INFO INDONESIA, SAMARINDA— Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu, yang didalangi oleh tahanan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

Pengungkapan tersebut berhasil dilakukan jelang Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021. BNNP Kaltim berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu, sebanyak 3 Bungkus yang masing-masingnya seberat 5,28 kilogram.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa adanya peredaran narkotika jenis sabu dari daerah Tanjung Selor menuju Kota Samarinda. Pihak BNNP langsung turun kelapangan, untuk menangkap pelaku yang menggunakan kendaraan roda empat pada Senin (17/5/2021).

Terjadi aksi kejar-kejaran antar pelaku dengan pihak BNN. Namun, saat ingin diamankan pelaku melarikan diri dengan meninggalkan barang bukti, saat ini pelaku masuk kategori (DPO)

Disinyalir, bahwa pelaku (DPO) melakukan peredaran antar provinsi ini di dalangi oleh Tahanan Lapas bernama AG. Setelah ditelusuri ternyata benar, AG memerintahkan pelaku, untuk mengambil narkoba tersebut dari Tanjung Selor menuju Kota Samarinda.


Dari barang bukti yang di sita, pihak BNNP Kaltim melakukan pemusnahan barang bukti dengan cara di blender. Di aula kantor BNNP Kaltim jalan Rapak Indah, Kota Samarinda pada Selasa (18/5/2021).

Kepala BNNP Kaltim, Wisnu Andayana, mengatakan, dari total keseluruhan barang bukti sebanyak 3 bungkus dengan masing-masing berat 5,28 kilogram.

"Pelaku yang sekarang menjadi DPO ini disinyalir, berhubungan dengan tahanan Lapas. Karena ditemukan telepon genggam yang ditinggal oleh pelaku, ternyata berhubungan dengan saudara AG yang berada di Lapas," ucap Wisnu.

Ia juga menambahkan, masih akan diselidiki mengenai pengedaran antarprovinsi ini, mengingat Samarinda adalah sasaran empuk untuk konsumen narkoba.

"Ini akan tetap diselidiki siapa dalang terbesarnya, karena ini sudah lintas provinsi. Ini harus segera dihentikan, mengingat Samarinda ini sasaran empuk untuk menjual narkoba," bebernya.

"Secepatnya akan cepat kami bongkar, kasus narkotika antarprovinsi ini," tandasnya.

Editor: Desi Wulandari