EKONOMI

Per 1 Juni, Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link Tak Lagi Gratis

Pengunjung melakukan transaksi di ATM Link di Pasar Tanah Abang, Jakarta. (Dok. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Pengunjung melakukan transaksi di ATM Link di Pasar Tanah Abang, Jakarta. (Dok. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)


JAKARTA - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) sepakat mengembalikan biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai alias tidak lagi gratis untuk nasabah empat bank pelat merah.

Langkah tersebut dikarenakan berakhirnya masa pengenalan ATM Merah Putih atau ATM Link sejak pertama kali diperkenalkan ke masyarakat pada Desember 2015. Demikian keterangan resmi Himbara, Jumat (21/5/2021), seperti dilansir Antara. 

ATM Link merupakan hasil sinergi mesin ATM antarbank milik pemerintah atau Himbara yakni BRI, BNI, Mandiri dan BTN. 

Dengan kebijakan ini maka setiap kali transaksi cek saldo di ATM Link, nasabah akan dikenakan tarif Rp2.500, sementara untuk tarik tunai tarifnya Rp5.000.

Pengenaan tarif akan berlaku mulai 1 Juni 2021 sampai dengan adanya penyesuaian di kemudian hari.


Untuk transaksi transfer antarbank tidak terjadi perubahan biaya atau tetap dikenakan tarif Rp4.000. Sementara itu, transaksi cek saldo dan tarik tunai nasabah di jaringan ATM masing-masing bank tidak dilakukan perubahan biaya atau tetap mengikuti ketentuan dari masing-masing bank.

Meski demikian, nasabah bank anggota Himbara akan tetap bertransaksi lebih hemat di ATM LINK jika dibandingkan dengan biaya transaksi di luar ATM Link. Biaya transaksi di luar ATM Link tercatat sebesar Rp4.000 untuk cek saldo, Rp7.500 untuk tarik tunai dan Rp6.500 untuk transfer.

Kebijakan pengenaan tarif dilakukan juga untuk mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi di ATM Link dan merupakan bentuk healthy business demi menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Editor: Khairisa Ferida