WARNA-WARNI

Gus AMI: Semua Pihak Harus Bantu Peluang Produksi Vaksin COVID-19 Dalam Negeri

Ilustrasi vaksin COVID-19. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Dok. Pixabay)


JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menilai semua pemangku kepentingan saat ini harus bahu-membahu memperbesar peluang produksi vaksin COVID-19 dari dalam negeri, di tengah terjadinya kesenjangan distribusi vaksin antara negara maju dan negara berkembang yang semakin mengkhawatirkan.

"Kami mendorong semua pihak tidak mengedepankan ego sektoral untuk melihat peluang berkembangnya produksi vaksin dalam negeri, seperti Vaksin Merah Putih atau Vaksin Nusantara," kata Ketua Umum DPP PKB yang akrab disapa Gus AMI itu dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Dia menilai peluang sekecil apa pun atas kemungkinan produksi vaksin dalam negeri harus diambil menyusul kesenjangan distribusi vaksin antara negara maju dan negara berkembang.

Gus AMI menjelaskan kesenjangan distribusi vaksin akan menyulitkan posisi negara-negara berkembang termasuk Indonesia karena akan saling berebut mendapatkan jatah vaksin bagi penduduknya.

"Keterbatasan akses vaksin bagi negara berkembang akan menyulitkan upaya pembentukan kekebalan komunal atau 'herd immunity'. Jika kondisi ini terjadi maka upaya untuk pengendalian atau mengakhiri dampak pandemi akan semakin sulit," ujarnya.


Dia menilai dampak pandemi COVID-19 di bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya begitu luar biasa. Selain jumlah korban meninggal akibat COVID-19 mencapai puluhan ribu jiwa, anggaran negara yang telah dikucurkan untuk mengurangi dampak pandemi juga mencapai ribuan triliun rupiah.

"Saat ini harapan satu-satunya agar pandemi berakhir adalah terciptanya herd immunity melalui vaksinasi. Masalahnya akses terhadap produksi vaksin dunia tidak adil, di mana ada dominasi dari negara-negara maju yang memiliki sumber daya kuat," tutur Gus AMI.

Gus AMI yang juga Ketua Pengawas Pengendalian COVID-19 DPR mendesak agar semua pihak mendorong ketersediaan vaksin produksi dalam negeri.

Terkait dengan polemik pengembangan Vaksin Nusantara, Gus AMI mengatakan bahwa perdebatan di kalangan pakar tidak boleh menghalangi proses penemuan potensi produksi vaksin dalam negeri.

"Di kalangan pakar masih terjadi perdebatan terkait efektivitas Vaksin Nusantara. Namun, bagi kami apa pun perdebatan itu tidak boleh menghalangi proses invention atau penemuan potensi produksi vaksin dalam negeri yang bisa cepat diproduksi dan aman bagi masyarakat," ujarnya.

Gus AMI turut meminta masyarakat agar tidak lengah, mengingat belum ada tanda-tanda berakhirnya masa pandemi. 

"Protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan meskipun sebagian masyarakat telah mendapatkan vaksin COVID-19," imbuhnya.


Video Terkait:
Indonesia Lewati Puncak Covid 19
Editor: Khairisa Ferida