POLHUKAM

Komnas HAM Bentuk Tim Penyelidikan Kasus 75 Pegawai KPK

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam. (ANTARA)
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam. (ANTARA)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan membentuk tim pemantauan dan penyelidikan laporan wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK). Hal ini terkait kasus 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Kami berharap teman-teman wadah pegawai KPK, pimpinan KPK, dan pihak terkait untuk bisa kooperatif," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam dikutip dari ANTARA Senin (24/5/2021).

Menurut Choirul, pembentukan tim tersebut tidak ada maksud tertentu selain untuk memastikan Indonesia bebas dari praktik korupsi. Setelah tim ini terbentuk, Komnas HAM segera mendalami bukti atau dokumen yang diserahkan oleh WP KPK.

Dokumen itu telah diserahkan langsung oleh penyidik senior KPK Novel Baswedan bersama tim dan kuasa hukumnya kepada Komnas HAM. Menurut Choirul, informasi yang diterima dari Novel Baswedan terkait masalah itu jauh lebih komprehensif dibandingkan informasi yang beredar.

"Kami tadi diberikan dokumen begitu lengkap, baik catatan atas fakta-fakta dan beberapa instrumen hukum yang melandasi," ujarnya.


Komnas HAM memandang kasus yang sedang terjadi di tubuh KPK saat ini penting untuk segera diselesaikan mengingat praktik korupsi merupakan musuh bersama rakyat Indonesia.

Editor: Khoirur Rozi