WISATA

Kemenparekraf Dukung Pengembangan Potensi Desa Wisata Cibuntu Lewat ADWI 2021

Desa Wisata Cibuntu di Kuningan, Jawa Barat. (Dok. kemenparekraf.go.id)
Desa Wisata Cibuntu di Kuningan, Jawa Barat. (Dok. kemenparekraf.go.id)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pengembangan potensi Desa Wisata Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat (Jabar), melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Ini merupakan upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Cibuntu, Senin (31/5/2021), Menparekraf menjelaskan keberadaan desa wisata dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19. Lantaran mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.

"Untuk itu, kami harapkan masyarakat bisa mendukung dan berpartisipasi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif," kata dia.

Desa wisata Cibuntu yang berjarak 17 kilometer dari Kota Kuningan, terletak di kaki Gunung Ciremai yang menyajikan pesona alam hamparan hijau persawahan dan hutan bambu serta daya tarik alam lainnya.

Potensi desa wisata yang diresmikan pada 2012 itu dikenal dengan keindahan alamnya, mulai dari Air Terjun Gongseng hingga camping ground yang dilengkapi dengan fasilitas toilet bersih yang ramah bagi wisatawan.


Bagi yang menyukai sejarah, Desa Wisata Cibuntu juga terkenal dengan Situs Saurip Kidul, Bujal Dayeuh dan Hulu Dayeuh yang di dalamnya terdapat peninggalan berupa arca pada masa Kerajaan Hindu - Buddha.

Uniknya lagi, tampak dari kejauhan deretan rumah yang beratap genteng mirip sekali dengan permukiman warga, namun ternyata itu adalah kandang domba. 

Ternak warga yang dulunya berada di dekat rumah, dipindahkan lantaran terdapat aturan dari pemerintah. Masyarakat pun sepakat untuk memindahkan ternaknya ke sana. Alhasil saat ini menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Desa Wisata Cibuntu dengan nama Kampung Domba.

Tidak hanya itu, pada 2016, Desa Wisata Cibuntu meraih penghargaan sebagai salah satu dari Lima Desa Terbaik dalam bidang homestay di tingkat ASEAN. Sampai saat ini, masyarakat desa berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penyediaan akomodasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan desa wisata yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Desa Wisata yang menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT) ke-2 di Indonesia itu merupakan salah satu dari 25 desa wisata yang ditargetkan Pemda Kuningan untuk dikembangkan.

"Kami memiliki target mengembangkan 25 desa wisata. Tapi saat ini sudah melebihi target menjadi 47 desa wisata. Sesuai dengan visi Jawa Barat Juara dan bermuara kepada Indonesia maju," katanya.

Selain itu Acep juga menceritakan, kondisi Desa Cibuntu dulunya adalah tempat eksplorasi atau galian. Lantaran masyarakat sadar dan didukung oleh berbagai pihak maka Desa Wisata Cibuntu bisa menjadi seperti saat ini.

"Walaupun dulu tempat ini menjadi tempat eksplorasi atau galian, tetapi Allah masih memberi keberkahan. Alhamdulillah ditunjang dengan fasilitas yang memadai, ditambah tahun ini akan ada pembangunan fasilitas lainnya, seperti aula, joglo, musala dan fasilitas sarana dan prasarana lainnya," ujarnya.

Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 mengangkat tema Indonesia Bangkit yang diharapkan dapat mendorong semua pelaku wisata dan industri kreatif mampu meningkatkan perekonomian dan kapasitas masyarakat lokal.

ADWI 2021 merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata di seluruh Indonesia yang memiliki prestasi dengan tujuh kategori penilaian yaitu: Kategori Homestay, Toilet, Suvenir, Desa Digital, CHSE, Konten Kreatif dan Daya Tarik Wisata.

Pendaftaran ADWI telah dibuka dan akan berlangsung hingga 26 Juni 2021 melalui www.jadesta.com/adwi2021.

Editor: Khairisa Ferida