POLHUKAM

Komnas HAM Kembali Layangkan Panggilan ke Pimpinan KPK

Logo KPK. (Dok. Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Dok. Antara/Benardy Ferdiansyah)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melayangkan surat pemanggilan kedua kepada pimpinan komisi pemberantasan korupsi (KPK) guna meminta berbagai keterangan yang dibutuhkan terkait polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang diadukan oleh 75 pegawai lembaga antirasuah itu.

"Hari ini kami melayangkan panggilan kedua kepada pimpinan dan Sekretaris Jenderal KPK untuk mendapatkan keterangan," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Rabu (9/6/2021), seperti dilansir Antara.

Pemanggilan kedua tersebut merupakan tindak lanjut dari pemanggilan pertama yang tidak dipenuhi baik oleh Firli Bahuri atau pimpinan KPK lainnya.

Berdasarkan surat kedua, pemanggilan Ketua dan Sekretaris Jenderal KPK dijadwalkan pada pada Selasa (15/6/2021) di Kantor Komnas HAM.

Choirul Anam mengatakan pemanggilan oleh Komnas HAM hendaknya dimaknai oleh pihak terkait sebagai suatu kesempatan dan hak guna memberikan informasi atau keterangan yang dibutuhkan.


"Jadi, harus dimaknai sebagai suatu kesempatan untuk mengklarifikasi, mendalami dan memberikan informasi yang seimbang," ujarnya.

Dia mengatakan keseimbangan informasi tersebut penting karena siapa saja yang terlibat dalam suatu perkara atau kasus maka harus diberikan kesempatan sebelum dinilai.

Komnas HAM mengaku telah menyiapkan sekitar 30 pertanyaan. Oleh sebab itu, lembaga tersebut berharap Firli Bahuri selaku Ketua KPK dapat memenuhi panggilan sehingga kisruh yang terjadi segera bisa diselesaikan.

Beberapa hari terakhir Komnas HAM juga tengah mendalami banyak dokumen dan saksi. Dari pendalaman tersebut sejatinya, kata Choirul Anam, ada hal-hal penting yang ingin ditanyakan langsung kepada pimpinan KPK.

"Kurang lebih ada lima klaster, bila itu diturunkan dalam sebuah pertanyaan minimal ada 20 hingga 30 pertanyaan," tutur Choirul Anam.

Editor: Khairisa Ferida