POLHUKAM

59 Calon Jemaah Minta Uang Pelunasan Haji Dikembalikan

Calon jemaah haji. (ANTARA)
Calon jemaah haji. (ANTARA)

JAKARTA – Sebanyak 59 calon jemaah haji mengajukan pengembalian setoran pelunasan. Uang tersebut ditarik menyusul dibatalkannya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Sepekan pembatalan keberangkatan, ada 59 jemaah haji yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan," ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ramadan Harisman dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Jumlah tersebut, kata Ramadan, terdiri atas 25 jemaah haji khusus dan 34 jemaah haji reguler. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah kemudian mengajukan pengembalian dana ini kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Jemaah yang telah mengajukan pengembalian pelunasan ini langsung kami proses untuk diajukan ke BPKH agar bisa ditindaklanjuti sesuai alur yang sudah ditetapkan," kata Ramadhan.

"Secara ketentuan, proses pengembalian ini berlangsung kurang lebih sembilan hari sampai dana jemaah ditransfer ke rekening masing-masing," sambungnya.


Ramadan menambahkan, Sistem Informasi dan Komputer Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag mencatat bahwa ada 15.476 jemaah haji khusus dan 198.371 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan.

Berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020M, pemerintah memberikan pilihan kepada jemaah untuk mengambil kembali setoran pelunasannya.

Jemaah haji reguler dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kab/Kota) tempat mereka mendaftar. 

"Untuk haji khusus, mereka mengajukan permohonan pengembaliannya ke penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) tempat mendaftar," jelasnya.

Lebih lanjut, Ramadhan mengungkapkan bahwa untuk tahun 2020, ada 1.688 jemaah reguler dan 438 khusus yang sudah mengajukan pengembalian setoran lunas.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan pelaksanaan ibadah haji 2021 dibatalkan. Pandemi COVID-19 yang belum mereda menjadi alasan utama pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan calon jemaah haji ke Arab Saudi.

Editor: Khoirur Rozi