POLHUKAM

Arab Saudi Putuskan Tak Terima Jemaah Haji Internasional Tahun Ini

Calon jemaah haji asal Indonesia. (ANTARA)
Calon jemaah haji asal Indonesia. (ANTARA)

JAKARTA - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pelaksanaan  haji 1442 Hijriah hanya untuk warga negara Saudi dan asing (ekspatriat) yang saat ini tinggal di sana. Kesehatan menjadi pertimbangan utama Arab Saudi menerapkan kebijakan tersebut.

"Pemerintah Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman COVID-19 yang belum reda. Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah, selalu menjadi pertimbangan utama," kata Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Oumas melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (13/6/2021).

Yaqut menuturkan, jumlah kuota haji yang ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi sebanyak 60 ribu, atau lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Ia pun mengapresiasi keputusan Arab Saudi itu karena menjadi pedoman yang jelas bagi umat muslim seluruh dunia.

"Keputusan ini menunjukkan Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jemaah. Dengan pembatasan ini, maka protokol kesehatan akan tetap bisa berjalan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi penularan wabah dengan jumlah yang masif," jelas Gus Yaqut, sapaan akrab Menag.

Selain itu, keputusan ini juga mengakhiri polemik penyelenggaraan haji di Indonesia yang terjadi belakangan ini. Menag pun berharap tahun depan Indonesia bisa memberangkatkan jemaah haji.


"Keputusan Saudi senapas dengan semangat Indonesia yang ingin menjaga keselamatan jemaah. Diharapkan masyarakat untuk patuh menjaga protokol kesehatan agar Covid segera tertangani sehingga jika tahun depan haji bisa dilaksanakan lagi kita sudah siap," ujarnya.

Yaqut mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini. Para calon jemaah haji diharapkan tetap bersabar dan tawakal dalam menerima kabar ini.

"Mari sama-sama berdoa semoga pandemi segera berlalu. Ibadah haji tahun depan bisa berjalan dengan normal dan tenang kembali. Innallaha ma’ana," ujarnya.

"Kita sekarang akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji 1443 H. Pemerintah Indonesia akan secara aktif dan lebih dini melakukan komunikasi dengan Pemerintah Saudi untuk mempersiapkan pelaksanaan haji jika tahun 2022 ibadah haji dibuka kembali," imbuhnya.

Editor: Khoirur Rozi