POLHUKAM

Prabowo Sebut Pengadaan Alutsista Permintaan Jokowi

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. (Info Indonesia/Dimas Ramadhan)
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. (Info Indonesia/Dimas Ramadhan)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akhirnya memberikan penjelasan terkait rencana pengadaan alutsista yang menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu belakangan.

Prabowo menceritakan, hal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo yang ingin memiliki rencana pertahanan Indonesia untuk jangka panjang. Dia mengatakan, perintah itu diberikan ketika awal-awal dilantik menjadi menteri.

"Jadi begini, waktu saya baru dilantik, kurang-lebih ya 10 hari atau 2 minggu setelah dilantik, di Istana beliau panggil saya, 'Menhan saya ingin suatu masterplan, saya ingin suatu grand design saya minta 15-25 tahun, saya minta utuh, apa yang kita butuh utuh, rencanakan.', ya itu petunjuk beliau kan, saya jalankan," kata Prabowo dikutip dari Podcast Close The Door oleh Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021).

Usai mendapatkan perintah itu, Prabowo mengaku langsung mempelajari keadaan, situasi, dan kondisi pertahanan negara. Ia ingin menjalankan perintah itu sebaik mungkin.

Menurut Prabowo,  pengadaan alutsista membutuhkan waktu lama. Namun, di tengah jalan, prosesnya sempat terganggu karena terjadi pandemi COVID-19 dan konsentrasinya beralih serta memprioritaskan untuk mengatasi permasalahan tersebut.


"Tertunda, sebagian tertunda. Jadi inilah yang kita menata, kita bikin rencana, kita bikin sesuai petunjuk beliau, masterplan saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia rencana induk. Ini baru kita exercise kan, kita hitung-hitung," jelas Prabowo.

Di sisi lain, saat rencana itu belum mengakhirkan keputusan, malah informasinya bocor. Prabowo pun menyayangkan ada pihak-pihak yang membocorkan rencana tersebut.

"Rp 1.700 triliun itu pun belum disetujui. Masih digodok. Kan benegara itu tidak gampang kan. Bernegara itu ada prosesnya, ada prosedurnya, ada sistemnya, ada tata cara, tata kelola," tutur Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa kebocoran rencana anggaran pertahanan itu secara sadar atau tidak, bisa dimanfaatkn oleh kekuatan-kekuatan asing.

"Banyak negara yang selalu tidak suka Indonesia aman kuat. Ini yang kita tidak sadar. Sejarah kita dari dulu kan, kita yang diinvasi, kita yang diganggu. Dari sejak sebelum merdeka sampai kita merdeka, terus diganggu," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pertahanan tengah mendapatkan sorotan luar biasa dari publik dalam beberapa waktu belakangan. Hal itu tak lepas dari bocornya rencana pemerintah memperkuat alutsista dengan dana Rp1,7 kuadriliun. Rencana tersebut tertuang dalam draf Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

 

Editor: Khoirur Rozi