POLHUKAM

Rizal Ramli: Jokowi Salah Urus Pandemi, Terlalu Sibuk Main Proyek

Ilustrasi COVID-19. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi COVID-19. (Dok. Pixabay)

JAKARTA - Usulan untuk menerapkan lockdown kembali bergema belakangan menyusul melonjaknya kasus COVID-19 di sejumlah daerah. 

Terkait hal itu, ekonom senior yang juga mantan menteri keuangan Rizal Ramli mengatakan bahwa lockdown tidak mampu dilakukan karena tidak ada anggaran. 

"Jogja dan Jabar tidak mampu lockdown karena tidak punya uang ! Jkt juga harusnya lock down dari dari awal ! Inilah mismanagement pandemi, bukannya  fokus atasi pandemi, Jokowi & Menkeu Terbalik masih sibuk proyek2, ibukota barulah, toll ini itulah," twit Rizal Ramli, Selasa (22/6/2021). 

Jogja dan Jabar tidak mampu lock down karena tidak punya uang ! Jkt juga harusnya lock down dari dari awal ! Inilah mismanagement pandemi, bukannya fokus atasi pandemi, Jokowi & Menkeu Terbalik masih sibuk proyek2, ibukota barulah, toll ini itulah.

https://t.co/n68GZL2k0G

Jogja dan Jabar tidak mampu lock down karena tidak punya uang ! Jkt juga harusnya lock down dari dari awal ! Inilah mismanagement pandemi, bukannya fokus atasi pandemi, Jokowi & Menkeu Terbalik masih sibuk proyek2, ibukota barulah, toll ini itulah.

https://t.co/n68GZL2k0G

— Dr. Rizal Ramli (@RamliRizal) June 22, 2021

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat memunculkan wacana lockdown dan itu mendapat dukungan dari DPRD DIY. Namun, belakangan dia menegaskan pihaknya tidak mungkin menerapkan langkah tersebut karena tidak memiliki anggaran yang cukup. 


Senada dengan Sri Sultan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga blak-blakan mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki anggaran untuk menerapkan lockdown.

"Kami dari Jabar anggaran memang sudah tidak ada. Jadi kalaupun itu diadakan, maka dukungan logistik dari pusat harus betul sudah siap baru kami akan terapkan di Jawa Barat," kata Ridwan Kamil seperti dilansir detik.com, Senin (21/6/2021).

Editor: Khairisa Ferida