POLHUKAM

Ketua MPR Dukung Usulan Pembentukan UU Perlindungan Pedagang Pasar Tradisional

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) . (Info Indonesia/Khoirur Rozi)
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) . (Info Indonesia/Khoirur Rozi)

INFO INDONESIA. JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung usulan pembentukan Undang-undang (UU) Perlindungan Pedagang Pasar Tradisional. Menurut Bamsoet, UU ini sebagai bentuk perhatian dan tanggungjawab negara terhadap keberadaan para pedagang pasar.

Usulan tersebut disampaikan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) saat bertemu Bamsoet. Ia pun sepakat bahwa perlu ada regulasi yang memayungi para pedagang pasar tradisional.

"Menurut IKAPPI hingga saat ini Indonesia belum memiliki perangkat hukum berupa undang-undang yang melindungi keberadaan pedagang pasar tradisional. Sementara profesi kerakyatan lainnya, seperti nelayan dan petani sudah memiliki undang-undangnya sendiri. Tidak berlebihan kiranya jika pemerintah segera merumuskan regulasi tentang Perlindungan Pedagang Pasar Tradisional,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).

Dalam pertemuan itu, IKAPPI juga menyampaikan sikap penolakan terhadap pajak pertambahan nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok atau sembako. Hal ini juga sejalan dengan pemikiran Bamsoet.

Ia menegaskan, pajak sembako bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang tertuang dalam Pancasila. Menurutnya, masih banyak cara lain untuk meningkatkan pendapatan negara.


“Khususnya sila ke-5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan Kementerian Keuangan untuk mendongkrak pendapatan negara, tanpa perlu memberatkan rakyat kecil,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini juga mendorong percepatan vaksinasi COVID-19 bagi pedagang pasar tradisional. Menurutnya, hingga saat ini 1.762 kasus positif dari kalangan pedagang di 286 pasar tradisinoal.

“DKI Jakarta sudah mulai memiliki program agar per harinya bisa memvaksin 1.500 pedagang pasar tradisional. Pemerintah daerah lainnya juga harus mulai memprioritaskan vaksinasi terhadap para pedagang pasar tradisional. Karena di pasar tradisional, ekonomi rakyat berpusat. Melindungi pedagang pasar dari penyebaran COVID-19, sama dengan melindungi pergerakan ekonomi rakyat,” imbuhnya.

Editor: Khoirur Rozi