WARNA-WARNI

Kemenkes: Ivermectin Tengah Dilakukan Uji Klinik

Ivermectin 12 mg produksi PT Indofarma Tbk. merupakan obat minum antiparasit yang secara in vitro memiliki kemampuan menghambat replikasi virus. (Dok. ANTARA/HO-Kementerian BUMN/pri)
Ivermectin 12 mg produksi PT Indofarma Tbk. merupakan obat minum antiparasit yang secara in vitro memiliki kemampuan menghambat replikasi virus. (Dok. ANTARA/HO-Kementerian BUMN/pri)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan, obat Ivermectin saat ini sedang diuji efektivitas dan keamanannya untuk penanganan COVID-19. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Siti Nadia menuturkan, Ivermectin sama seperti obat-obat penyakit lain yang berpotensi untuk pencegahan dan pengobatan COVID-19.

"Saat ini tengah diadakan uji klinik oleh Balitbangkes bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, dengan pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," ujar Siti Nadia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/6/2021).

Siti Nadia juga mengatakan, penggunaan Ivermectin harus disertai persetujuan dan di bawah pengawasan dokter.

Siti Nadia juga mengatakan, penggunaan Ivermectin harus disertai persetujuan dan di bawah pengawasan dokter.

"Merujuk pada pernyataan Badan POM Tanggal 10 Juni 2021 dan pernyataan Kepala Badan POM Tanggal 22 Juni, jika Ivermectin akan digunakan untuk pencegahan dan pengobatan COVID-19 harus atas persetujuan dan di bawah pengawasan dokter," jelas Siti Nadia.


Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menegaskan izin edar obat Ivermectin yang dikeluarkan oleh instansinya bukanlah untuk digunakan sebagai obat COVID-19, melainkan sebagai obat cacing.

Editor: Khairisa Ferida