POLHUKAM

PTM Bisa Dilakukan di Daerah Terisolir yang Aman dari COVID-19

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. (ANTARA)
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. (ANTARA)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan tetap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di luar zona merah penularan COVID-19.

“Kondisi di Indonesia berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan antara daerah satu dan daerah lainnya. Saya punya keyakinan bahwa daerah yang zona merah merupakan daerah perkotaan, sementara daerah yang terisolir atau 3T cenderung aman dari COVID-19 dan bisa menyelenggarakan PTM terbatas maupun Pendidikan Jarak Jauh (PJJ),” ujar Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri dikutip dari Antara, Senin (28/6/2021).

Jumeri mengatakan, PTM Terbatas bisa dilakukan pada daerah di luar zona merah dan seluruh guru sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Sedangkan untuk zona merah tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menurutnya, pelaksanaan PTM terbatas mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri dan juga Instruksi Mendagri 14/2021 tentang PPKM mikro.

“PTM terbatas mengacu pada SKB empat menteri dan juga kami minta daerah untuk mentaati Instruksi Mendagri 14/2021 tersebut,” ujarnya.


Pelaksanaan PTM terbatas juga diselenggarakan berdasarkan persetujuan dari orang tua murid. Jika orang tua tidak mengizinkan anaknya PTM, maka tidak boleh ada paksaan.

“PTM terbatas disesuaikan dengan kondisi daerahnya. Jangan disamaratakan kondisi daerah satu dengan daerah lainnya, karena anak-anak kita membutuhkan gurunya,” tegasnya.

Editor: Khoirur Rozi