WARNA-WARNI

Yusril Ihza Mahendra: Rachmawati Soekarnoputri Nasionalis Sejati

Rachmawati Soekarnoputri saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Rabu (27/11/2019). (Dok. ANTARA/Muhammad Zulfikar/aa)
Rachmawati Soekarnoputri saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Rabu (27/11/2019). (Dok. ANTARA/Muhammad Zulfikar/aa)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Rachmawati Soekarnoputri. Adik kandung Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri itu meninggal dunia pada Sabtu (3/7/2021) pukul 06.15 WIB di ICU RSPAD Gatot Subroto. 

"Ibu Rachmawati Soekarnoputri berpulang ke Rahmatullah pagi ini di RSPAD Jakarta. Kepergian beliau terasa begitu tiba-tiba. Sejak pandemi merebak awal 2020, saya tak berkesempatan bertemu dengan beliau, sampai pagi ini saya mendapat kabar beliau wafat. Kita semua kepunyaan Allah, dan kita semua akan kembali kepadaNy," demikian tulis Yusril di akun Instagram @yusrilihzamhd.

"Saya berdo'a ke hadirat Allah semoga menerima segala amal kebaikan Ibu Rachma dan mengampuni segala kekhilafan beliau semasa hidupnya. Saya menjadi salah seorang saksi bahwa beliau adalah seorang yang baik hati, teguh pendirian dan menghormati pendirian orang lain," sambungnya.

Yusril mengenang Rachma, sapaan akrab almarhumah, sebagai pribadi menyenangkan.

"Berbincang-bincang dengan Bu Rachma semasa hidupnya terasa sangat menyenangkan. Idealisme untuk menjaga persatuan dan memajukan bangsa tidak pernah padam. Secara politik orang lain bisa saja beda pandangan dengan beliau. Namun hampir semua mengakui ketulusannya dalam bersikap," tutur Yusril.


Mendiang Rachmawati Soekarnoputri, kata Yusril, adalah sosok yang menghormati perbedaan.

"Beliau menyadari semua bermuara pada satu tujuan: memelihara keutuhan bangsa dan negara serta memajukannya mengejar ketertinggalan. Beliau tidak ingin bangsa kita didikte dan dikendalikan kepentingan bangsa lain," kata dia.

"Bu Rachma adalah seorang Nasionalis sejati. Sikap religiusnya juga terasa, baik dalam ucapan, sikap dan tindakan. Keteguhannya memegang idealisme menyebabkan beliau menempuh cara sendiri dalam berjuang. Beliau tidak mengejar posisi dan jabatan," tambahnya.

Lebih jauh Yusril mengungkapkan bahwa Rachmawati Soekarnoputri kritis terhadap perkembangan dan kekuasaan politik, siapa pun yang berkuasa. 

"Mengedepankan idealisme dan rela berada di luar lingkaran kekuasaan adalah sesuatu yang melekat pada kepribadian beliau. Hal itu menjadi pelajaran dan keteladanan bagi kita semua," tandas Yusril.

"Selamat jalan Bu Rachma. Pulanglah ke haribaan Ilahi dengan jiwa yang tenang dan damai. Tugas2 Bu Rachma di dunia ini selesai sudah. Kehidupan masih akan terus berlanjut. Rajawali masih akan terus beterbangan di cakrawala. Masih ada generasi baru yg idealis seperti Bu Rachma," imbuhnya.

Editor: Khairisa Ferida