OLAHRAGA

Final Euro Italia vs Inggris: Impian Masa Lalu

Trofi Piala Eriopa. (UEFA.COM)
Trofi Piala Eriopa. (UEFA.COM)

JAKARTA – Partai puncak Piala Eropa 2021 akan mempertemukan dua tim yang tengah merajut mimpi menjadi raja sepak bola Benua Biru.

Italia dan Inggris akan saling beradu taktik dan fisik, untuk menasbihkan diri sebagai yang terbaik pada laga yang akan berlangsung di Stadion Wembley, London, Senin (12/7/2021) pukul 02.00 WIB.

Italia terakhir kali meraih gelar itu pada 1968. Sedangkan Inggris tak pernah sekalipun merasakan trofi bergengsi ini.

Secara perolehan gelar, Italia jelas lebih superior dari Inggris yang sudah sekali merasakan gelar raja Eropa dan empat kali gelar juara dunia pada 1934, 1938, 1982, dan 2006. Sementara sebagai negara asal sepak bola, The Three Lions baru sekali merasakan gelar juara dunia, itupun pada 1966.

Meski begitu, kedua tim punya peluang yang sama untuk menjadi jawara Piala Eropa edisi kali ini. Apalagi jika melihat catatan head to head, alias sejarah pertemuan Inggris vs Italia yang tidak bisa dikatakan timpang.


Timnas Italia sejatinya lebih unggul dalam catatan pertemuan dengan Inggris. Total terdapat 27 pertandingan antara keduanya. Italia menang 10 kali, Inggris unggul 8 kali, dan sisa 9 pertandingan berakhir imbang.

Fakta menariknya adalah Italia tak pernah kalah dari Inggris di putaran final sebuah turnamen besar. Dalam hal ini tentu saja yang dimaksud adalah Piala Eropa dan Piala Dunia. Kedua negara telah bertanding 4 kali di kedua ajang tersebut dan Italia selalu menang.

Di pentas Piala Eropa, Gli Azzuri sukses mengalahkan Inggris 1-0, pada 1980 silam. Gol tunggal kemenangan Gli Azzurri kala itu dicetak oleh Marco Tardelli.

Kedua tim dipertemukan lagi 22 tahun kemudian, di babak 8 besar Piala Eropa 2012. Skor kala itu adalah imbang 0-0 hingga 120 menit. Italia pada akhirnya sukses menyingkirkan Wayne Rooney dan kawan-kawan, melalui babak adu penalti dengan skor 4-2.

Sedangkan di Piala Dunia, Italia dan Inggris bersua di Brasil pada 2014 lalu, dengan skor 2-1 untuk kemenangan Gli Azzurri. Gol sepakan luar kotak penalti Claudio Marchisio dan tandukan Mario Balotelli kala itu, yang menentukan kemenangan Italia.

Sebelumnya pada 1990, Italia juga sukses menaklukkan Inggris 2-1 lewat gol Roberto Baggio dan Salvatore Schillaci. Roberto Mancini yang kini membesut Italia kala itu berada di bangku cadangan dalam laga tersebut bersama Gianluca Vialli yang juga menjadi jajaran staf kepelatihan Gli Azzurri saat ini.

Total di ajang resmi, Inggris hanya sekali bisa mengalahkan Italia. Tepatnya pada kualifikasi Piala Dunia 1978 dengan skor 2-0. Terdapat 4 pertemuan keduanya di kualifikasi Piala Dunia dengan hasil Italia menang 2 kali, Inggris unggul sekali, dan 1 laga berakhir seri.

Artinya, kebanyakan kemenangan Inggris diraih di laga uji coba. Terakhir kali Inggris mengalahkan Italia adalah pada 2012 dengan skor 2-1. Saat itu laga uji coba dilangsungkan di Bern, Swiss.

Jika dicermati lebih jauh, banyak kemenangan Inggris yang terjadi sebelum periode 1980-an. Sebelum masa tersebut, di semua ajang terdapat 13 pertemuan antara kedua negara. Hasilnya pun membuat publik Inggris tersenyum. The Three Lions meraup 6 kemenangan berbanding 3 untuk Italia. Sedangkan 4 laga lain berakhir imbang.

Selain itu, laga final kali ini juga merupakan momen yang berharga bagi kedua pelatih dari kedua tim. Pasalnya, baik Roberto Mancini maupun Gareth Southgate pernah menjadi korban semifinal di ajang Piala Eropa.

Roberto Mancini yang pernah bermain untuk Gli Azzurri pada Piala Eropa 1988 gagal membawa Italia lolos ke babak final karena harus kalah di semifinal oleh Uni Soviet. Sementara, Gareth Southgate yang merupakan salah satu bagian dari skuad The Three Lions pada Piala Eropa 1996 juga gagal ke final lantaran kalah dari Jerman lewat adu penalti.

Kini, baik Mancini maupun Southgate akan melakoni babak final Piala Eropa pertama mereka sebagai pelatih. Keduanya akan saling adu taktik untuk menentukan siapa yang berhak keluar sebagai juara buat mengobati luka mereka sebagai korban semifinal Piala Eropa edisi terdahulu.

Gelandang Italia, Marco Verratti menyatakan jika mengalahkan Inggris di Wembley adalah impian timnya. Dia menegaskan timnya akan menjalani laga final itu tanpa rasa takut.

“Kami menyaksikan bersama pertandingan (melawan Denmark) itu. Inggris tangguh dan mereka memiliki pemain-pemain yang secara teknis juga bagus. Mereka pantas berada dalam final ini di stadion yang mereka kenal dengan baik. Akan menjadi impian jika mampu menang di stadion mereka,” kata dia dalam konferensi pers.

”Kami sudah terbiasa bermain dalam stadion-stadion seperti ini. Itu juga akan memberi kekuatan kepada kami. Kami tak takut. Kami senang mereka menang, kini kami berdua bermain dalam sebuah final yang bersejarah," sambungnya.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate, khawatir pasukannya kalah dari Italia di final jika permainan mereka tidak berkembang. Southgate menilai, evaluasi harus dilakukan.

Di antaranya, lini pertahanan The Three Lions yang beberapa kali tembus oleh para pemain Denmark di laga semifinal. Beruntung, The Dynamite tidak dapat memanfaatkan peluang-peluang mereka menjadi gol.

Namun, Southgate melihat kejadian serupa bisa terjadi saat melawan Italia. Gli Azzurri dinilai memiliki penyerang-penyerang tajam dan efektif dalam memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

“Saya tidak berpikir kami menahan bola dengan cukup baik melalui tekanan Denmark dari tiga pemain depan mereka dan kami harus melakukannya dengan lebih baik pada hari Minggu, karena Italia sangat bagus dalam hal itu. Kami perlu menemukan solusi yang lebih baik dengan itu,” ucap Southgate dikutip dari laman resmi UEFA, Jumat (9/7/2021).

Southgate pun menyebut, Italia sebagai tim yang terkenal dengan kompak dan solid. Menurutnya, Gli Azzuri memiliki keseimbangan dalam bertahan maupun menyerang.

Italia telah menumbangkan tim-tim raksasa yang difavoritkan, seperti Belgia dan Spanyol. Oleh sebab itu, Southgate menilai Italia sebagai tantangan terbesar bagi The Three Lions.

”Italia telah menjadi tim top selama beberapa tahun terakhir. Kami telah mengikuti kemajuan mereka dengan cermat. Kami tahu cara mereka bermain. Mereka bermain dengan energi yang besar, mereka bermain dengan gaya yang hebat,” ucap pelatih 50 tahun itu. (*)

Editor: Rio Taufiq Adam