POLHUKAM

Presiden Jokowi Sudah Kasih Contoh Baik, Menterinya Tidak

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro.
Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro.

JAKARTA - Dalam situasi serba sulit ini, kelakuan para menteri malah mencoreng wajah Presiden Joko Widodo. Kepala Negara kecewa kepada para pembantunya yang tidak berempati terhadap penderitaan rakyat.

Menurut, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, presiden sebagai otoritas tertinggi di pemerintahan telah menunjukkan contoh yang baik. Sayangnya, para pembantunya tak mampu mengintegrasikan gaya kepemimpinan tersebut. Hal ini pada akhirnya membuat masyarakat bingung.

”Bila presiden blusukan dan membagi sembako ke warga, apakah itu dilakukan untuk melengkapi apa yang dilaksanakan para menterinya? Apakah blusukan sambil memberi sembako ke warga itu efektif? Hal ini yang acapkali menimbulkan pertanyaan publik," kata Siti Zuhro, kepada Info Indonesia, Jumat (16/7/2021).

Dia menambahkan, era disrupsi digital ini mengharuskan pejabat publik bisa berkomunikasi dengan baik dan benar. Dalam berkomunikasi dengan rakyat, pejabat harus memberikan tuntunan yang positif agar tidak semakin membingungkan dan meresahkan hati rakyat.

”Dalam kondisi seperti sekarang ini, diperlukan komunikasi politik yang mencerahkan dan mengedukasi rakyat," tegas Siti.


Dia tegaskan, Indonesia menghadapi masalah serius dalam penanggungan pandemi COVID-19. Mengelola negara kepulauan yang terdiri atas 542 daerah pemerintahan bukan urusan mudah, apalagi di dalam situasi bencana non-alam ini.

Dalam kondisi seperti ini, lanjut Zuhro, fungsi kepemimpinan sangat krusial. Pola komunikasi pemimpin akan berpengaruh terhadap masyarakat. Karenanya, kebijakan pemerintah dalam mengatasi COVID-19 harus terintegrasi, baik antar tingkatan pemerintahan maupun di internal kabinet itu sendiri.

Kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat harus dipatuhi dan dilaksanakan, khususnya oleh para menteri. Hal ini penting agar tidak menimbulkan keraguan publik. (*)

 

*) Baca berita selengkapnya di Koran Info Indonesia, edisi Sabtu, 17 Juli 2021 di sini.

Editor: Rio Taufiq Adam