OLAHRAGA

Penantang Medali Olimpiade, Greysia/Apriyani Jangan Lengah!

Pasangan ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (DOK. PBSI)
Pasangan ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (DOK. PBSI)

JAKARTA – Pasangan ganda putri tim bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu bakal menghadapi lawan-lawan tangguh pada babak penyisihan Olimpiade Tokyo 2021.

Ganda putri terbaik Tanah Air itu akan berlaga di Grup A. Grup ini berisi wakil tuan rumah Yuki Fukushima/Sayaka Hirota yang merupakan unggulan pertama. Kemudian, Chloe Birch/Lauren Smith dari Inggris, dan wakil Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.

Pelatih pasangan Greysia Polii/Apriyani, Eng Hian, meminta keduanya agar tidak lengah dalam menjalani pertandingan fase penyisihan grup A Olimpiade Tokyo yang diprediksi akan berlangsung secara ketat.

"Melihat undiannya, Greysia/Apri tidak boleh lengah. Dengan melihat catatan pertemuan terakhir dari ketiga lawan di grup, hanya melawan pasangan Inggris Raya yang masih bagus," kata Eng Hian lewat keterangan tertulis PBSI, Jumat (16/7/2021).

"Melihat undiannya, Greysia/Apri tidak boleh lengah. Dengan melihat catatan pertemuan terakhir dari ketiga lawan di grup, hanya melawan pasangan Inggris Raya yang masih bagus," kata Eng Hian lewat keterangan tertulis PBSI, Jumat (16/7/2021).

Meski begitu, pelatih yang akrab disapa Koh Didi itu, masih punya keyakinan kuat Greysia/Apriyani bisa lolos minimal hingga perempat final.


Sebagai catatan, Greysia/Apriyani unggul 4-0 atas Birch/Smith dalam rekor pertemuan. Berimbang 2-2 dengan Chow/Lee dan tertinggal 2-8 dari Fukushima/Hirota.

Hal ini membuat Didi melakukan beberapa penyesuaian latihan untuk Greysia/Apriyani selama masa pemusatan latihan di Kumamoto.

"Ada penyesuaian, tapi tidak terlalu signifikan diubah pola latihannya. Hanya ada sedikit sentuhan untuk hal-hal yang spesifik saja di teknik dan pola permainan," katanya.

Didi juga mengaku bahwa persiapan Greysia/Apriyani sudah mencapai 99 persen menjelang pertandingan perdana pekan depan.

"Yang kami jaga saat ini adalah jangan sampai sakit atau cedera. Untuk non-teknis bahkan sudah siap 100 persen, mereka sangat menikmati setiap program latihan yang diberikan," ungkapnya.

Pasangan Greysia/Apriyani sendiri menjadi satu-satunya wakil ganda putri Indonesia yang tampil di Olimpiade Tokyo 2021. Pasangan senior-junior itu diharapkan bisa membuat kejutan dan meraih medali pertama untuk nomor ganda putri Indonesia. 

Sejak bulu tangkis mulai dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992, hanya sektor ganda putri Indonesia saja yang belum pernah membawa pulang medali.

Greysia/Apriyani pun sadar dengan beban dan tanggung jawab yang mereka pikul di Olimpiade Tokyo 2020. Meski demikian, Apriyani Rahayu mengaku dirinya dan Greysia enggan memikirkan medali bahkan gelar juara.

Pemain berusia 23 tahun itu hanya ingin menunjukkan yang terbaik agar bisa meraih kemenangan di setiap pertandingan. Menurut Apriyani, menjadi juara memang membanggakan, tetapi proses untuk mendapatkan prestasi itulah yang lebih penting. 

"Saya tak mau berpikir soal semifinal atau final. Begitulah cara saya mempersiapkan Olimpiade. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik," kata Apriyani dilansir dari laman resmi BWF. 

"Ketika bicara soal turnamen, tentunya kami bangga jika bisa menjadi juara. Namun, perjalanan ke sana jauh lebih penting. Gelar memang penting, tetapi bagaimana perkembangan kami saat bertanding itu lebih bermakna. Lolos ke Olimpiade seperti mimpi. Saya tidak pernah membayangkan akan mencapai fase ini. Saya bangga pada diri sendiri, tetapi saya tahu saya mengemban tanggung jawab yang besar," sambung Apriyani.

Seorang pengamat bulu tangkis, Ben Beckman, menyebut bahwa Greysia/Apriyani layak dianggap salah satu penantang medali di Olimpiade Tokyo 2021. 

Beckman bilang, setidaknya ada lima pasangan ganda putri yang siap menantang medali di ajang ini. Secara mengejutkan, dia menyebut Greysia/Apriyani di urutan kelima yang dia anggap mampu mempersembahkan medali untuk Indonesia. 

 

“Pasangan ini memiliki kombinasi yang keren antara jiwa muda dan pengalaman. Polii memiliki pembawaan yang tenang, bersemangat dalam memimpin, dan Rahayu bermain dengan hati dan jiwa mudanya,” ujar Beckman. 

 

Beckman menjagokan Greysia/Apriyani di Olimpade  karena dianggap mampu bekerja dengan baik. Dia juga gemar menonton pasangan peringkat enam dunia ini bermain. 

 

Bukan tanpa sebab, ada sejumlah alasan mengapa Beckman yakin Greysia/Apriyani bisa memenangi emas. Pertama, Greysia Polii dianggap telah memiliki pengalaman yang mengagumkan di Olimpiade. 

 

Ini merupakan kali ketiga Greysia tampil di Olimpiade. Menariknya, Greysia merupakan atlet bulu tangkis putri Indonesia pertama yang lolos ke tiga edisi Olimpiade dengan tiga pasangan berbeda.

 

Tahun 2012, Greysia lolos ke Olimpiade London bersama Meiliana Jauhari. Pada 2016, Greysia mewakili ganda putri Indonesia pada Olimpiade Rio bersama Nitya Krishinda Maheswari. Olimpiade 2021 ini akan menjadi partisipasi terakhirnya karena setelah ini Greysia Polii merencanakan untuk gantung raket. Jadi, Greysia pun menganggap Olimpiade kali ini sangat penting.

 

Kedua, Greysia/Apriyani merupakan salah satu pasangan yang cukup konsisten dalam memenangkan gelar major di turnamen internasional.

 

Dipasangkan sejak 2017, Greysia/Apriyani sudah meraih banyak penghargaan bergengsi. Di antaranya juara French Open 2017, India Open 2018, emas SEA Games 2019, India Open 2019, Indonesia Masters 2020, Spain Masters 2020 dan Thailand Open 2021.

 

“Selain itu, mereka ini pasangan yang punya koneksi dengan baik, terlihat tangguh dan selalu mampu menemukan solusi di situasi sulit sekalipun. Jadi, tak diragukan lagi mereka bisa menantang medali,” tutup Beckman.

 

Editor: Rio Taufiq Adam