WARNA-WARNI

Ini Tata Cara Salat Idul Adha 2021 di Rumah Selama PPKM Darurat

Ilustrasi (pixabay/tribun jabar)
Ilustrasi (pixabay/tribun jabar)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1440 H jatuh pada Selasa (20/7/2021).

Namun, dikarenakan belum meredanya pandemi COVID-19, pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah di masjid atau lapangan ditiadakan bagi wilayah yang dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing.

Aturan peniadaan ibadah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H di Wilayah PPKM Darurat.

Aturan peniadaan ibadah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H di Wilayah PPKM Darurat.

Meski demikian, adanya SE Menag tersebut bukan berarti menghalangi umat Islam untuk melakukan kegiatan peribadatan. Sama seperti tahun sebelumnya, masyarakat tetap dapat melakukan salat Id di rumah, baik sendiri maupun berjamaah dengan keluarga masing-masing.


Mengutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesa (MUI), tata cara pelaksanaan salat Id tahun ini tidak mengalami perubahan, alias tetap sama seperti yang tertera dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) 36/2020 tentang Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah COVID-19.

Waktu pelaksanaan salat Id dimulai setelah terbit matahari dan diutamakan saat masuk waktu Dhuha sampai sebelum masuk waktu Zuhur. Berikut tata cara  melakukan salat Ied dalam kondisi pemberlakuan PPKM berlangsung:

1. Salat dimulai dengan menyerukan “ash-shalaata jaami‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

2. Membaca niat salat Iduladha, yang berbunyi:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushallii sunnatan liidil adha rok'ataini (makmuman / imaaman) lillahi ta'alaa.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum/imam karena Allah ta’ala.”

3. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

4. Membaca doa iftitah.

5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram), dan di antara takbir itu dianjurkan membaca “Subhanallahi wal hamdulillahi wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.”

6. Membaca surah al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah yang pendek dari Alquran.

7. Ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

8. Saat rakaat kedua, sebelum membaca Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”

9. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga duduk tasyahud akhir, lalu mengucapkan salam sambil memalingkan muka ke kanan dan ke kiri.

Editor: Halomoan