OLAHRAGA

Penantian Setengah Abad Milwaukee Bucks

Pemain bintang Milwaukee Bucks, Giannis Antetokounmpo merayakan kemenangan setelah menjadi juara NBA. (Reuters)
Pemain bintang Milwaukee Bucks, Giannis Antetokounmpo merayakan kemenangan setelah menjadi juara NBA. (Reuters)

JAKARTA - Bagi suporter seperti Tom Cogdall, purnawirawan Angkatan Darat berusia 63 tahun yang tinggal di Milwaukee, sudah lama rasanya menantikan momen ini.

“Saya ingat 1971. Ini 50 tahun lalu, kami menginginkannya,””kata Cogdall, di luar Brothers Bar & Grill, beberapa langkah dari Forum Firserv di mana Milwaukee Bucks menjuarai NBA pertamanya dalam lima puluh tahun terakhir, Rabu pagi (21/7/2021).

Sukses juara itu memicu selebrasi meriah di seluruh kota itu yang disebut para pendukung sebagai campuran antara lega dan gembira.

Cogdall mengatakan dia tiba di bar itu dan menunggu dalam antrean selama lima jam sebelum pertandingan digelar, bersama teman-temannya untuk memastikan mereka mendapat tempat duduk.

Cogdall mengatakan dia tiba di bar itu dan menunggu dalam antrean selama lima jam sebelum pertandingan digelar, bersama teman-temannya untuk memastikan mereka mendapat tempat duduk.

Jalan-jalan di kota Milwaukee disesaki 65.000 penggemar Bucks atau lebih dari 10 persen total penduduk kota itu. Mereka berkerumun di Deer District dekat stadion guna mengikuti pertandingan Final NBA tersebut.


Seorang petugas polisi yang meminta namanya tidak disebutkan mengungkapkan angka 1.000 petugas dari kota tu dan negara bagian, dikerahkan di dekat arena.

Sejumlah penangkapan terjadi yang umumnya karena mabuk, tetapi tidak ada kekerasan yang dilaporkan hingga akhir pertandingan.

Water Street Bar District yang juga dekat dengan stadion itu disesaki penggemar yang tetap melek sampai larut malam. Begitu pula dengan Brady Street yang terkenal karena toko-toko, restoran-restoran, dan bar-barnya yang trendi.

Banyak pendukung mengenakan kostum Bucks bertuliskan "Bucks in Six," "Fear The Deer" dan jersey superstar Bucks Giannis Antetokounmpo.

Semua kompak

Isaiah Tyler, pelukis berusia 43 tahun yang lahir dan besar di Milwaukee, bilang, "Ini sejarah. Saya dibesarkan di sini dan sudah menyaksikan banyak pertandingan, jadi inlah hasilnya."

Tyler yang warga kulit hitam ini juga mengatakan Bucks menyatukan kota ini setelah masa sulit selama pandemi.

"Milwaukee adalah kota yang sangat terpecah belah, jadi menyaksikan kami semua kompak, semua ras, untuk satu alasan, beginilah dunia seharusnya," kata Tyler seperti dikutip AFP.

Brian Robinson yang berusia 49 tahun dan dilahirkan pada 1971 mengaku terkenang kepada ayahnya yang merupakan penggemar fanatik Bucks.

"Ayah saya juga lahir dan besar di sini dan bercerita tentang tim 71. Saya senang sekali bisa menyaksikan tim 2021 ini," kata Robinson.

Chris dan Camron Crumble yang merupakan ayah dan anak, menuju Water Street untuk menikmati suasana kemenangan ini dan menonton pertandingan di luar Bar One.

"Milwaukee tidak pernah mengalami hal sebesar ini dalam waktu lama," kata Chris yang berusia 52 tahun. "Melakukan semua ini bersama putra saya, bagi dia mengalami serupa ini bersama saya, adalah sungguh luar biasa."

Beberapa blok dari arena sebelum pertandingan, Dezzie Storne, seorang warga Atlanta berusia 55 tahun, menjual kaus bertuliskan "Bucks In Six" yang merujuk kepada gim penentuan.

Dia mengaku menjual T-shirtnya itu pada harga 20 dolar AS dan yakin modalnya kembali.

"Saya yakin," kata Storme sebelum pertandingan itu seperti dikutip AFP, untuk menjelaskan bahwa dia mempertaruhkan semua uangnya pada kaus gim keenamnya, karena bagi dia tidak akan ada gim ketujuh.

Setelah Bucks mengalahkan Phoenix Suns 105-98 untuk memenangkan seri itu pada gim keenam, ramalan Storme terbukti benar. (*)

Editor: Rio Taufiq Adam