POLHUKAM

Anggota DPR: Sebenarnya Rangkap Jabatan Tidak Ada Masalah..

Ari Kuncoro. (ui.ac.id)
Ari Kuncoro. (ui.ac.id)


JAKARTA - Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, memutuskan mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Keputusan itu mendapat apresiasi dari anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi.

"Patut diapresiasi karena sikap tersebut menunjukkan bahwa beliau masih memerhatikan suara nurani publik dan taat pada ketentuan," ujar Achmad Baidowi kepada Info Indonesia melalui WhatsApp, Kamis (22/7/2021).

Awiek, sapaan Baidowi, berpendapat pengunduran diri Ari Kuncoro dari BUMN sektor perbankan itu seharusnya bisa menghentikan polemik rangkap jabatan Rektor UI.

"Maka dengan mundurnya beliau, polemik rangkap jabatan di kasus ini selesai," ucap Awiek.


"Sebaiknya kita bekerja sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada upaya untuk menyiasati dengan aturan untuk kepentingan tertentu," tambahnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, sejatinya rangkap jabatan bukanlah sebuah masalah. Namun, harus dipastikan rangkap jabatan itu tidak melanggar aturan yang ada.

"Sebenarnya rangkap jabatan tidak ada masalah asalkan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan. Yang masalah adalah yang memang dilarang undang-undang tapi dilanggar. Aspek kualifikasi penting dikedepankan," jelas Awiek.

Seperti diketahui sebelumnya, nama Ari Kuncoro menjadi pembicaraan publik karena diduga telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) 68/2013 tentang Statuta UI karena merangkap jabatan Rektor UI dan Komisaris BUMN.

Namun, pada awal Juli lalu, Jokowi meneken PP 75/2021 untuk menggantikan PP 68/2013, yang berarti melegalkan rangkap jabatan Rektor UI.

Editor: Halomoan