POLHUKAM

Sektor Swasta Tempati Peringkat Tertinggi Kasus Korupsi

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (ANTARA)
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (ANTARA)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sektor swasta menempati peringkat tertinggi kasus korupsi di Indonesia. Sepanjang 2004-2020, terdapat 297 kasus korupsi yang melibatkan swasta.

“Keterlibatan swasta dalam menyumbang tindak pidana korupsi cukup signifikan,” kata Direktur Antikorupsi Badan Usaha KPK, Aminudin dikutip dari Antara, Kamis (29/7/2021).

Menurut Aminudin, keterlibatan swasta sebagai pelaku pidana korupsi seringkali diakibatkan oleh kepentingan bisnis. Mereka terjerat kasus ketika berinteraksi dengan para birokrat, terlebih ketika kepentingan mereka terkait dengan perizinan.

Jenis perkara korupsi yang paling sering menjerat sektor swasta adalah jenis perkara suap. Pernyataan tersebut selaras dengan perkara suap yang secara konstan menempati peringkat tertinggi tindak pidana korupsi berdasarkan perkara sejak tahun 2004.

Akumulasi perkara suap, terhitung sejak tahun 2004-2020, berjumlah 739 kasus dengan total perkara korupsi secara keseluruhan adalah sebanyak 1122 kasus.


Jenis perkara pengadaan barang/jasa menempati posisi kedua dengan jumlah total sebanyak 236 kasus (terhitung dari tahun 2004-2020).

"Oleh karena itu, strategi yang dilakukan oleh KPK untuk mencegah korupsi di kalangan pelaku usaha mencakup perbaikan kebijakan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat," kata Aminudin.

Adapun yang dimaksud dengan perbaikan kebijakan adalah memperbaiki regulasi yang berlaku, sehingga melahirkan perizinan yang efektif dan bebas korupsi. Solusi ini memiliki kaitan yang erat dengan tingginya kasus suap dalam permasalahan perizinan.

Editor: Khoirur Rozi