EKONOMI

Presiden Minta Pelaku Usaha Tahan Banting di Masa Pandemi

Presiden RI, Joko Widodo, berbincang dengan pelaku usaha saat pemberian BPUM 2021 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7/2021). (BPMI Setpres)
Presiden RI, Joko Widodo, berbincang dengan pelaku usaha saat pemberian BPUM 2021 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7/2021). (BPMI Setpres)

JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo, berharap pelaku usaha dapat bekerja lebih keras dan tahan banting di tengah pandemi dan merebaknya varian baru COVID-19.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Pemberian Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro 2021 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7/2021).

"Bapak ibu harus bekerja lebih keras lagi, tahan banting," ujar Presiden sebagaimana disaksikan melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden mengakui bahwa mengetahui semua pelaku usaha berada pada kondisi yang tidak mudah. Namun hal tersebut dirasakan semua pihak, serta terjadi di seluruh dunia. Ia mengatakan, belum ada pihak yang dapat memprediksi kapan pandemi COVID-19 akan usai. Pemerintah terus berupaya menangani sektor kesehatan sekaligus menjalankan sisi ekonomi.

"Oleh sebab itu bapak ibu harus bekerja lebih keras lagi, di situasi ini harus bertahan, dengan sekuat tenaga, meski omzet turun sampai 75 persen, dan tetap harus kita jalani. Selamat bekerja keras, dan kita berharap pandemi ini segera selesai," jelas Presiden.


Dalam kesempatan itu, Presiden menyerahkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 secara simbolis kepada sekitar 24 orang pelaku usaha.

"Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk banpres produktif ini adalah Rp15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Jadi bukan hanya bapak ibu semuanya, enggak," katanya.

Saat menyampaikan banpres tersebut, Presiden didampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak.

"Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh tanah air dan mulai dibagikan pada hari ini. Saya harap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya," ungkap Presiden.

Nilai BPUM yang diterima masing-masing pelaku usaha mikro tersebut adalah senilai Rp1,2 juta.

"Saya tahu bapak ibu semuanya sekarang pada kondisi yang tidak mudah, benar? Sangat sulit, benar? Tapi itu dirasakan oleh semuanya, tidak hanya bapak ibu pengusaha mikro, tidak hanya usaha kecil, menengah juga, pengusaha besar, semuanya pada kondisi yang sangat tidak mudah, sangat sulit," papar Presiden.

Kondisi sulit tersebut, menurutnya, juga dirasakan oleh banyak pelaku usaha di seluruh dunia.

"Oleh karena itu bapak ibu harus bekerja lebih keras lagi dengan situasi seperti ini bertahan dengan sekuat tenaga meski omzet turun sampai 75 persen, sampai separuh harus tetap kita kerjakan," kata Presiden.

Penyaluran BPUM tahap dua di tahun 2021 terbagi ke dalam tiga periode yaitu Juli, Agustus, dan September 2021. Uang senilai Rp1,2 juta akan disalurkan kepada para pelaku usaha mikro yang belum pernah menerima BPUM sebelumnya dan sudah memenuhi sesuai kriteria yang ditetapkan.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo