TV

Lockdown, Warga Australia Ditransfer Rp8 Juta Per Minggu


SAMARINDA - Dikutip dari laporan 7News, warga Australia di saat lockdown seperti saat ini, diberikan dana bantuan senilai Rp8 juta per minggu.

Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison menambah jumlah dana bantuan terhadap pekerja yang kehilangan jam kerja menyusul kebijakan pemerintah negara bagian New South Wales (NSW) memperpanjang masa lockdown (penguncian wilayah) kawasan Sydney Raya hingga 28 Agustus 2021 nanti.

Dana bantuan tersebut ditambah menjadi sebesar 750 dolar Australia atau Rp8 juta per minggu dari sebelumnya 600 dolar Australia atau Rp6,4 juta per minggu bagi pekerja yang kehilangan 20 jam kerja atau lebih.

Sedangkan untuk pekerja paruh waktu, dana bantuan ditambah menjadi sebesar 450 dolar Australia atau Rp4,8 juta per minggu dari sebelumnya 375 dolar Australia atau Rp4 juta per minggu bagi pekerja yang kehilangan delapan atau kurang dari 20 jam kerja.

Sementara, Indonesia sendiri tidak akan memberlakukan lockdown. Presiden RI, Joko Widodo, memberikan penjelasan terkait Indonesia tidak memberlakukan lockdown atau penutupan total demi menekan laju penularan COVID-19.


Ia mengatakan, langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi pada saat ini adalah menjalankan dua sektor secara beriringan, yakni kesehatan dan ekonomi.

"Keadaan ini, saya ngomong apa adanya bukan menakut-nakuti, tetapi kasus virus corona ini akan selesai kapan? WHO pun belum bisa memprediksi. Sehingga sekali lagi selalu yang kita jalankan adalah sisi kesehatannya bisa ditangani tapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus dijalankan," demikian ujar Presiden dalam acara Pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat kemarin 30 Juli 2021.

Presiden mengatakan, Indonesia tidak bisa seperti negara lain yang menerapkan lockdown. Sebab, saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saja sudah banyak warga yang mengeluhkan kebijakan tersebut. (*)

Editor: Andyanto