EKONOMI

Serap Ide Mahasiswa Untuk Pulihkan Ekonomi

Ketua Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar. (Net)
Ketua Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar. (Net)

BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyerap ide-ide mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan untuk merancang strategi pemulihan ekonomi imbas pandemi COVID-19.

"Pandemi ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, tapi juga diperlukan sinergitas dan kolaborasi, sehingga pada hari ini kita berdiskusi di sini sebagai ikhtiar keluar dari pandemi," kata Ketua Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar, dalam diskusi bertajuk Terobosan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pemulihan Ekonomi secara virtual, Minggu (1/8/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Udin itu, pandemi COVID-19 berimbas pada meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Bogor dari 9,06 persen pada 2019 menjadi 14,29 persen pada 2020. Kemudian, melambatnya laju pertumbuhan ekonomi menjadi -1,77 persen di tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 5,85 persen.

"Saatnya kita sinergi dan kolaborasi hadapi pandemi, pemulihan ekonomi dan sektor lainnya," katanya. 

Gus Udin mengatakan, Pemkab Bogor telah membuat konsep strategi dasar pemulihan ekonomi yakni melalui tiga tahapan, mulai dari penyelamatan, pemulihan dan normalisasi. 


Langkah penyelamatan dilakukan terhadap tenaga kerja dan usaha ekonomi di berbagai sektor yang terdampak pandemi. Kemudian, tahap pemulihan ditandai dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbagai sektor serta penyerapan tenaga kerja. Pada tahap normalisasi, tinggal melanjutkan program pemulihan sektor ekonomi secara normal.

Ketua Himpunan Mahasiswa Bogor (Himabo), Mahdi Munif, mengusulkan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah sebagai langkah awal pemulihan perekonomian.

"Memberdayakan UMKM secara tepat sasaran untuk yang terdampak. Serta membuat creative center untuk menampung aspirasi mahasiswa dan masyarakat untuk disalurkan ke pemerintah satu pintu," kata Mahdi.

Diskusi tersebut turut dihadiri oleh organisasi kemahasiswaan lainnya, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bogor, Ikatan Mahasiswa Bogor (Ikmabo), Pamoraya dan Kabekraf.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo