WARNA-WARNI

Microsite Perkuat Informasi Seputar Museum di Ibu Kota

Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di kawasan wisata Kota Tua Batavia. (Antara)
Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di kawasan wisata Kota Tua Batavia. (Antara)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan fitur situs mikro (microsite) pada laman website Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk memperkuat informasi permuseuman di ibu kota.

"Microsite ini digunakan sebagai kanal informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya dalam bidang kesenian, kebudayaan, permuseuman dan cagar budaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, melalui keterangan resmi, di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Iwan menyebutkan, saat ini sebanyak delapan museum yang telah memiliki situs mikro yakni Museum Sejarah Jakarta, Museum MH. Thamrin, Museum Joang 45, Museum Taman Prasasti, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang dan Museum Bahari.

Saat ini sedang dipersiapkan untuk objek budaya lainnya seperti Taman Ismail Marzuki (TIM), Pulau Onrust dan Pulau Cipir, Situs Marunda, Taman Benyamin Sueb, Setu Babakan dan laman web untuk wisata religi seperti Masjid Luar Batang.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan akan terus meningkatkan pelayanan informasi publik yang terintegrasi dengan teknologi. Salah satunya adalah melalui 'microsite' museum ini," ujarnya.


Menurut Iwan, fitur yang terdapat pada situs mikro museum antara lain informasi umum tentang museum, berita dan artikel terkini dari museum, agenda kegiatan museum, jelajah museum, tiket dan informasi museum serta peta lokasi. Selain itu, layanan ini juga telah terintegrasi dengan akun media sosial masing-masing museum sehingga memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dengan pihak pengelola museum.

Tujuan dari pembuatan situs mikro ini adalah untuk memberikan layanan informasi, edukasi dan sekaligus mempromosikan museum-museum yang dikelola Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

"Harapannya agar masyarakat tetap dapat menikmati layanan museum secara virtual terutama pada masa pandemi COVID-19 ini," kata Iwan.

Selain situs mikro museum dengan alamat dinaskebudayaan.jakarta.go.id, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta juga menyediakan menu kolom artikel untuk Suku Dinas Kebudayaan sehingga masyarakat dapat mengakses informasi, khususnya kegiatan dari Suku Dinas Kebudayaan di masing-masing wilayah.

"Dengan demikian, publik dapat memperoleh informasi yang lebih luas dari website Dinas Kebudayaan DKI Jakarta," kata Iwan.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo