DAERAH

Seminggu Penyelidikan, Polda Sumsel Ungkap Penipuan Sumbangan Rp 2 Triliun

Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncuro saat menggelar pers rilis bersama Gubernur Sumsel Herman Deru. (Info Sumsel/Welly)
Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncuro saat menggelar pers rilis bersama Gubernur Sumsel Herman Deru. (Info Sumsel/Welly)

PALEMBANG – Anak bungsu almarhum Akidi Tio, Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka terkait sumbangan Rp 2 triliun. Polda Sumatera Selatan menemukan adanya indikasi hoaks soal sumbangan itu.

"Kita setengah jam lalu melakukan penegakkan hukum terkait komitmen bantuan penanganan Covid-19 kepada Kapolda Sumsel saat ini tersangka inisial H sudah diamankan dari Bank Mandiri dibawa ke Mapolda Sumsel," kata Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncuro, Senin (2/8/2021).

Ratno menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyelidikan selama satu minggu. Hasilnya, petugas menemukan adanya indikasi penipuan yang dilakukan anak bungsu Akidi tersebut.

"Kapolda sebelumnya membentuk tim. Tim pertama menyelidiki kebenaran asal usul komitmen itu (bantuan) tim kedua soal penanganan uang karena jumlah banyak. Hasilnya ternyata ada penipuan," ungkapnya.

Meski demikian, Ratno tidak menjelaskan secara rinci perihal dugaan penipuan seperti apa yang dilakukan Heriyanti.


"Secara garis besar nanti akan di sampaikan di Polda," ungkapnya.

Editor: Khoirur Rozi