POLHUKAM

Elektabilitas Tertinggal, Puan Perlu Tingkatkan Popularitas

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Net)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Net)

JAKARTA - Pemasangan foto Puan Maharani di baliho dan spanduk yang bertebaran di berbagai daerah terkait dengan strategi menjelang Pemilihan Presiden 2024. 

Analis politik Hendri Satrio mengatakan, Puan sedang berupaya menaikkan popularitasnya di mata masyarakat.

"Jadi kalau Mbak Puan pasang baliho, ya itu bagian dari strategi 2024. Kan dia perlu menaikkan popularitas," kata Hendri kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Menurut Hendri, selama ini Puan sudah populer tetapi perlu lagi ditingkatkan sehingga elektabilitasnya naik. 

"Dalam hasil survei KedaiKOPI kan Mbak Puan masih tertinggal (elektabilitasnya) dari calon-calon lain," ujarnya.


Pengajar di Universitas Paramadina itu mengatakan, elektabilitas Puan sebenarnya bisa melejit bila Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sudah membuat keputusan. 

"Kalau PDI Perjuangan kompak, ya dia bisa langsung naik 20 persenan. Misalnya, kompak setelah ditentukan oleh Bu Mega selaku ketua umum, dia (Puan) capres, naik sendiri elektabilitasnya," jelas Hendri. 

Terkait sikap Puan yang belakangan ini mulai berani melontarkan kritik kepada pemerintahan Joko Widodo, Hendri menilai itu bukan semata-mata untuk Puan tetapi juga parpolnya.

"PDI Perjuangan kan perlu menjaga konstituen karena ada beberapa memang kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang diterima dengan baik oleh masyarakat," ujarnya. 

Ditambah, sekarang yang terlihat kasat mata, Presiden Jokowi lebih dekat ke Partai Golkar dibandingkan PDIP dalam penanganan pandemi COVID-19. 

"Dua orang yang dipercaya untuk menangani COVID-19 yang menjadi masalah utama negeri ini kan dua-duanya Golkar. Pertama, Airlangga Hartarto, menko, dia juga ketum Golkar. Satu lagi, Pak Luhut, dia juga Golkar," pungkas Hendri yang juga Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI). 

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo