DAERAH

Polisi Tangkap Pemalsu Kartu Vaksinasi dan Hasil Pemeriksaan Antigen

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan mengungkap kronologis kasus pemalsuan dokumen kartu vaksin dan surat hasil pemeriksaan antigen di lobbi Mapolres Metro Bekasi, Selasa (3/8). (ANTARA)
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan mengungkap kronologis kasus pemalsuan dokumen kartu vaksin dan surat hasil pemeriksaan antigen di lobbi Mapolres Metro Bekasi, Selasa (3/8). (ANTARA)

BEKASI - Kepolisian Resor Metro Bekasi menangkap pelaku pemalsu kartu vaksinasi dan surat hasil pemeriksaan rapid antigen. Para pelaku diketahui berprofesi sebagai karyawan fotokopi berinisial AI dan HH.

Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan mengatakan, penangkapan kedua pelaku ini berawal dari laporan masyarakat. Para pelaku awalnya dicurigai menyediakan jasa pembuatan kartu vaksin dan surat hasil antigen palsu di Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara.

"Saat ditelusuri, laporan tersebut rupanya terbukti. Tim Opsnal mendatangi tempat tersebut guna melakukan klarifikasi informasi tersebut," kata Hendra dikutip dari Antara, Selasa (3/8/2021).

Menurut Hendra, cara pelaku memalsukan dokumen tersebut adalah dengan mengandalkan mesin scan. Kartu vaksin dan surat hasil antigen mereka pindai hingga menjadi soft file.

"Didapati bahwa AI dan HH (karyawan) memiliki file scan dan softcopy dari kartu vaksin, hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi di dalam komputer. HH dan AI berikut barang bukti diamankan ke Polres Metro Bekasi," jelasnya.


Para pelaku mendapatkan file kartu vaksin dan hasil tes antigen dari pelanggannya. Hasil pemindaian dokumen itu kemudian mereka simpan untuk diedit kembali menggunakan aplikasi photoshop.

"Pelaku membuat dokumen tersebut dengan cara, men-scan dokumen asli dari pelanggan lalu disimpan untuk kemudian diedit keterangan yang ada di dalamnya menggunakan photoshop dan dijual ke orang yang memerlukannya atau mengubah waktu pembuatan dan masa berlaku yang tertera di surat hasil pemeriksaan rapid," terangnya.

Soal harga, para pelaku mematok harga Rp 15.000-25.000 per lembar. Adapun keuntungan yang sudah mereka dapatkan sejauh ini ini sebesar Rp 240.000.

"Karena kebutuhan untuk perjalanan atau bekerja. Tapi bukan berarti praktik semacam ini dibolehkan," katanya.

Selain menangkap pelaku polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa seperangkat personal komputer, satu unit printer merek Epson, satu unit scanner merk Canon, tiga lembar kartu vaksinasi, sembilan lembar surat hasil pemeriksaan antigen, dan empat lembar surat hasil pemeriksaan antibody.

Kedua pelaku dijerat pasal 32 Jo pasal 48 ayat (1) dan pasal 35 Jo pasal 51 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, kemudian pasal 263 ayat 1 dan pasal 268 ayat 1 KUHP.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Editor: Khoirur Rozi