POLHUKAM

Polri Pastikan Harun Masiku Tak Akan Lolos dari Kejaran Interpol

Tersangka kasus suap eks calon legislatif (caleg) PDIP, Harun Masiku. (Dok RRI)
Tersangka kasus suap eks calon legislatif (caleg) PDIP, Harun Masiku. (Dok RRI)


JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan buron kasus dugaan korupsi, Harun Masiku tidak akan lolos dengan diterbitkannya red notice ke 194 negara yang tergabung ke dalam keanggotaan NCB Interpol.

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Divisi Hubungan Internasional (Hubiter) Polri, Brigjen Pol Amur Chandra mengatakan, meskipun red notice tidak dipublikasikan untuk umum, nama Harun Masiku sudah ada di sistem interpol.

"Kecil kemungkinan kalau subjek melintas melalui jalur resmi akan lolos, sangat kecil kemungkinan, Interpol semua dunia sudah mendata itu dan sudah ada peringatan di setiap pintu perbatasan," kata Amur dikutip dari Antara, Selasa (10/8/2021).

Sebagaimana diketahui, status red notice Harun Masiku sudah diterbitkan sejak sebulan yang lalu atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Divisi Hubiter Polri. Divisi Hubiter Polri telah meminta penerbitan red notice kepada Intepol Lyon yang berkedudukan di Prancis.

Menurut Amur, keputusan tidak mempublikasikan red notice Harun Masiku dilakukan oleh penyidik KPK dan Polri pada saat gelar perkara. Alasannya, untuk percepatan penangkapan Harun Masiku.


"Red notice itu sudah masuk dalam servernya I-24/7 yang tersebar ke 124 negara, jadi sebenarnya tidak dipublikasikan tidak masalah, karena yang kami inginkan adalah red notice itu sudah tersebar ke semua pintu perlintasan semua anggota Interpol," jelasnya.

Selain itu, Amur mengatakan NCB Divisi Hubiter Polri sudah menyurati negara-negara tetangga untuk membantu pengejaran dan penangkapan Harun Masiku. NCB Indonesia membuat surat kepada Interpol negara-negara tetangga di wilayah ASEAN dan Asia Pasifik agar lebih intensif mencari keberadaan Harun Masiku.

"NCB Indonesia kirim surat melalui jalur I-24/7 kepada khususnya teman-teman Interpol terdekat wilayah ASEAN dan wilayah Asia Pasifik, kami kirim permintaan khusus untuk mencekal, menangani atau menangkap apabila subjek red notice melintas," kata Amur.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih tahun 2019-2024 yang sudah berstatus tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak Januari 2020.

Editor: Khoirur Rozi