POLHUKAM

Selain Tommy Soeharto, Ada 48 Obligor dan Debitur BLBI yang Harus Lunasi Hutangnya

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. (ANTARA)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. (ANTARA)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan tak hanya Tommy Soeharto yang akan dipanggil untuk menyelesaikan tunggakan hutang kepada negara terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Hutang Tommy dalam perhitungan terakhir mencapai Rp2,6 triliun.

Mahfud MD yang juga Ketua Pengarah Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih (Satgas BLBI) mengatakan, pemanggilan dilakukan terhadap 48 obligor dan debitur terkait BLBI. Adapun total kewajiban mengembalikan hutang kepada negara sebesar Rp111 triliun.

"Ini adalah uang rakyat, dan saat ini rakyat sedang susah, sehingga tidak boleh hutang tidak dibayar," kata Mahfud, Rabu (25/8/2021).

Ia mengatakan, jika para obligor dan debitur tidak mengakui hutangnya, maka pemerintah akan menempuh jalur hukum. Mahfud sendiri telah berkoordinasi dengan Ketua KPK, Kapolri, dan Jaksa Agung.

“Saya sampaikan, kalau semua mangkir, tidak mengakui padahal ada dokumen hutangnya, maka jika tidak bisa diselesaikan secara perdata, maka bisa jadi kasus pidana,” tegasnya.


Menurutnya, jika mangkir, hal tersebut sudah memenuhi unsur pidana korupsi, yaitu memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan korporasi yang merugikan keuangan negara.

Oleh sebab itu, Mahfud meminta para obligor dan debitur yang dipanggil agar kooperatif, karena pemerintah akan tegas soal ini. Karena hanya diberi waktu tidak lama oleh Presiden, hanya sampai Desember 2023. Ia berharap semua bisa selesai sebelum tenggat waktu tersebut.

Editor: Khoirur Rozi