WARNA-WARNI

Bioskop di Jawa-Bali Boleh Beroperasi Kembali

Ilustrasi bioskop. (Unsplash.com)
Ilustrasi bioskop. (Unsplash.com)

JAKARTA - Pemerintah melonggarkan pengetatan aktivitas masyarakat dengan mengizinkan bioskop beroperasi kembali. Kebijakan ini berlaku di seluruh daerah Pulau Jawa dan Bali.

Koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, bioskop boleh dibuka di daerah yang menerapkan PPKM Level 3 dan 2. Pengunjung turut dibatasi 50 persen dari total kapasitas bioskop.

“Pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota Level 3 dan Level 2, namun dengan kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan yang ketat. Hanya kategori hijaulah yang dapat masuk area bioskop,” kata Luhut, Senin (13/9/2021).

Pembukaan bisokop ini seiring dengan tren penurunan kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya wilayah Jawa-Bali. Menurut Luhut, tingkat penurunan bahkan mencapai 93,9 persen jika dibandingkan pada puncak kasus COVID-19 Juli lalu.

“Perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dan capaian yang terus membaik. Hal ini terlihat dari penurunan tren kasus konfirmasi secara nasional hingga 93,9 persen dan secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli yang lalu,” jelasnya.


Namun, Luhut mengingatkan agar penurunan kasus COVID-19 di Jawa-Bali tersebut tidak mengurangi kewaspadaan semua pihak. Ia meminta tidak ada euforia berlebihan menyikapi penurunan kasus ini.

“Penurunan Level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat yang tidak disertai dengan implementasi protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi,” ujarnya.

Euforia dan ketidakwaspadaan, imbuh Luhut, dapat memicu terjadinya lonjakan kasus COVID-19. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh pihak tetap menjaga disiplin protokol kesehatan serta meningkatkan cakupan vaksinasi.

“Ini early warning juga pada kita. Pada sisi lain turun, tapi ada juga kasus yang kelihatan meningkat. Jadi ini kita harus semua hati-hati, jangan kita nanti kembali kepada sebelum tanggal 15 Juli,” tegasnya.

 

Editor: Khoirur Rozi