WARNA-WARNI

COVID-19 Terus Bermutasi, Epidemiolog Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah

Ilustrasi virus corona. (Unsplash.com)
Ilustrasi virus corona. (Unsplash.com)

JAKARTA - Epidemilog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengingatkan masyarakat tidak lengah terhadap penularan COVID-19. Menurutnya, jumlah korban COVID-19 bisa meningkat akibat mutasi virus baru.

Menurut Dicky, akan ada beberapa varian COVID-19 yang lebih berbahaya dari Delta. Indikasinya, kata dia, dengan ditemukannya varian C.1.2 di Afrika Selatan pada bulan Mei 2021.

"Varian ini berpotensi mengalahkan delta. Ini karena semua mutasi dari alpha, beta, delta, dan gamma ada di varian 1.2," kata Dicky dikutip dari Antara, Selasa (15/9/2021).

Oleh sebab itu, ia juga meminta pemerintah dan berupaya mencegah masuknya varian tersebut. Di sisi lain pemerintah pun harus bersiap untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

Ia menilai strategi penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan strategi yang tepat.  Saat ini WHO pun sedang membuat strategi yang mirip dengan PPKM level.


"PPKM ini tidak mematikan ekonomi, kecuali kalau level empat. Inilah yang harus disampaikan kepada publik," ujarnya.

Editor: Khoirur Rozi