POLHUKAM

Evaluasi Polisi yang Bertugas di Lapangan

(Net)
(Net)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi, menyesalkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polri kepada pengemudi di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada Jumat malam (17/9/2021).

"Saya prihatin dan kecewa melihat aksi dua oknum polisi tersebut, tentunya pihak Propam harus memanggil dan meminta keterangan serta adanya sanksi kepada dua oknum tersebut," kata Andi Rio dalam keterangannya, Minggu (19/9/2021).

Menurutnya, aparat kepolisian di lapangan harus lebih mengutamakan sisi humanis kepada masyarakat, bukan menunjukkan sikap arogan dan kekerasan yang tidak dibenarkan. Ia menjelaskan institusi Polri harus mengevaluasi aparat kepolisian yang bertugas di lapangan karena harus mengedepankan sisi humanis dalam melakukan penegakan hukum.

"Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman dan nyaman serta merasa takut kehadiran personel Polri," ujarnya.

Andi Rio mengatakan, bagaimana citra Polri mau lebih baik dan dipercaya publik jika para personelnya di lapangan tidak berupaya untuk menjadi lebih baik dan tidak memberikan contoh yang baik.


Ia berharap peristiwa yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek tidak terulang kembali dan jangan sampai perintah Kapolri kepada jajarannya hanya sebatas di dengarkan namun tidak diimplementasikan.

"Jangan ada lagi personel Polri yang arogan, visi misi kapolri dalam membangun citra institusi Polri ke depan lebih baik, harus dapat direalisasikan dan di dukung seluruh personel Polri," katanya.

Andi Rio mengaku optimis Polri kedepannya dapat lebih dicintai publik, jika sisi humanis dan pendekatan persuasif lebih dikedepankan dalam melakukan tindakan penegakan hukum di masyarakat.

Sebelumnya, anggota PJR Polri diduga menganiaya pengendara di Tol Jakarta-Cikampek KM 35 dan kejadian tersebut viral di media sosial.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Istiono, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi karena ada salah paham antara pelanggar dan petugas PJR terkait Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Menurutnya, petugas PJR dan pengendara tetap akan dimintai keterangan meskipun peristiwa tersebut diduga karena salah paham.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo