OLAHRAGA

Atlet Esport DKI Jakarta Sempat Terhalang Izin Orang Tua

Atlet Esport Muhammad Rafli Setiawan. (ANTARA)
Atlet Esport Muhammad Rafli Setiawan. (ANTARA)

JAKARTA – Atlet Esport Muhammad Rafli Setiawan sempat terhalang restu orang tua saat hendak mengikuti ajang PON Papua. Ketidakpahaman orang tua mengenai cabang olahraga ini membuat Rafli dilarang untuk ikut serta di ajang tersebut.

"Orang tua awalnya marah, soalnya main game jadi males-malesan, makan telat. Nah, kemarin pas tahu Esport mewakili DKI Jakarta, pertamanya enggak tahu apa itu Esport, terus diberikan penjelasan dan akhirnya diizinin buat mewakili DKI Jakarta," ujar Rafli, Selasa (21/9/2021).

Restu orang tua tentu menjadi hal terpenting bagi Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) untuk dapat membawa Rafli terbang lebih dari 3.400 kilometer dari Jakarta ke Papua.

Ketua Kontingen Esport DKI Jakarta, Michael Eprafas mengatakan, kekhawatiran orang tua Rafli adalah hal wajar mengingat ajang ini diselenggarakan jauh dari rumahnya.

"Pasti namanya orangtua apalagi ini jauh di Papua ada kekhawatiran, bagaimana keselamatannya, kesehatannya, tapi pada akhirnya kita dapat meyakinkan orang tua," kata Michael.


Untuk mendapatkan restu orang tua, PB ESI mengeluarkan surat rekomendasi yang menyatakan bahwa Rafli terpilih sebagai atlet yang mewakili DKI Jakarta.

"Selanjutnya kita juga jelaskan kepada orang tua bahwa PON ini suatu cabang olahraga yang resmi, turnamen nasional yang sangat besar dan resmi didukung oleh pemerintah, dari segi kesehatan, protokol kesehatan juga ketat, dari segi keselamatan juga ketat," ujar Michael.

Tidak hanya orang tua, ESI DKI Jakarta juga mengeluarkan surat izin untuk pihak sekolah agar Rafli dapat mengikuti pertandingan PON di Papua.

Editor: Khoirur Rozi