POLHUKAM

Napoleon Bonaparte Langsung Diisolasi Usai Jalani Pemeriksaan

Irjen Napoleon Bonaparte usai persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). (Antara)
Irjen Napoleon Bonaparte usai persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). (Antara)

JAKARTA - Bareskrim Polri mengambil langkah mengisolasi Irjen Napoleon Bonaparte di selnya usai jalani pemeriksaan terkait kasus penganiayaan terhadap Muhamad Kosman alias Mohammad Kece, tersangka kasus penistaan agama.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, mengatakan bahwa Napoleon Bonaparte diisolasi sejak tadi malam.

Andi menjelaskan, langkah mengisolasi Napoleon Bonaparte dilakukan untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan. Menurutnya, Napoleon Bonaparte diisolasi di kamar selnya supaya tidak lagi berinteraksi dengan tahanan lainnya. Sebelum diisolasi, Napoleon Bonaparte tetap di selnya tetapi tidak dikunci, sehingga ia bebas bersosialisasi dengan sesama tahanan.

"Di sel tapi selnya tidak dikunci dan bebas bersosialisasi dengan napi lain," kata Andi, Rabu (22/9/2021).

Napoleon Bonaparte menjalani pemeriksaan di Dittipidum Bareskrim sebagai terlapor perkara dugaan tidak pidana penganiayaan terhadap M. Kece pada Selasa (21/9/2021). Pemeriksaan tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 jam.


Selain Napoleon Bonaparte, penyidik juga telah memeriksa 13 saksi termasuk M. Kece selaku pelapor. Dari 13 saksi tersebut, empat diantaranya penjaga tahanan dan Kepala Rutan Bareskrim ikut dimintai keterangan.

"Hari ini penyidik akan mengevaluasi hasil pemeriksaan-pemeriksaan terdahulu dan kemarin," ujar Andi.

Setelah pemeriksaan dan evaluasi dilakukan, penyidik segera melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka.

Dalam perkara ini, Divisi Propam Polri juga turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Polri yakni petugas jaga rutan dan Kepala Rutan Bareskrim Polri.

Divisi Propam juga memeriksa satu saksi tahanan berinisial H alias C untuk menelusuri dugaan pelanggaran disiplin anggota Polri yang bertugas di Rutan Bareskrim Polri.

Pemeriksaan terhadap petugas rutan ini berdasarkan PP Nomor 2/2003 pasal 4 (d) dan (f) yakni pelanggaran disiplin tidak melaksanakan disiplin, tidak melaksanakan SOP dalam melakukan jaga tahanan, pelanggaran terkait peraturan kedinasan.

Divisi Propam juga merencanakan pemeriksaan terhadap Napoleon Bonaparte, namun karena statusnya sebagai terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice Djoko Tjandra yang sedang mengajukan kasasi di Mahkamah Agung maka pemeriksaan etik harus mendapatkan izin terlebih dahulu.

Peritiwa penganiayaan terhadap M. Kece terjadi Kamis (26/8/2021) dini hari pukul 00.30 WIB sampai dengan 01.30 WIB. Dalam rekaman CCTV memperlihatkan Napoleon Bonaparte melakukan tindakan penganiayaan dibantu tiga tahanan lainnya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo