DAERAH

Pemprov DKI Jakarta Lacak Warga yang Belum Vaksin

Ilustrasi vaksin COVID-19. (Unsplash.com)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Unsplash.com)

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta tengah melacak keberadaan warga Ibu Kota yang belum disuntik vaksin COVID-19. Langkah ini untuk memastikan seluruh penduduk Jakarta menerima vaksin ini.

"Karena itu, kita sekarang aktif melakukan tracing (melacak) untuk memastikan penduduk yang senyatanya tinggal di Jakarta tervaksinasi COVID-19," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dikutip dari Antara, Rabu (22/9/2021).

Menurut Anies, banyak warga ber-KTP DKI Jakarta yang sudah pindah namun belum belum mengurus mutasi kepedudukan. Alhasil, banyak warga yang masih tercatat di data kependudukan DKI Jakarta.

Pelacakan tersebut, lanjutnya, untuk mengetahui penduduk yang masih tercatat sebagai warga DKI Jakarta namun sudah pindah ke daerah lain. Akan tetapi Anies tidak menjelaskan secara detil kapan proses tersebut akan selesai.

"Karena jumlahnya itu secara kumulatif cukup banyak," kata Anies.


Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan saat ini ada sisa 2,3 juta warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum mendapatkan vaksin COVID-19.

"Dari tim dinas Dukcapil saat ini ada 2,3 juta yang belum tervaksin," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti.

Untuk mempercepat vaksinasi, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penguatan sosialisasi di tingkat RT dan RW.

"Untuk percepatannya yakni perlu penguatan bersama jajaran masyarakat dan tokoh-tokoh setempat melalui RT dan RW dengan sosialisasi," kata dia.

Hal itu karena, kata Widyastuti, saat ini masyarakat banyak yang masih merasa takut atau khawatir untuk disuntik vaksin dengan alasan komorbid tertentu seperti memiliki penyakit bawaan.

"Tentu ini kita jelaskan bahwa kita mempunyai banyak pilihan vaksin yang relatif lebih aman dan yang kita khawatirkan apakah yang punya komorbid tertentu tadi, akan terbentuk imunitas, ini tentu yang harus kita pastikan," ujarnya.

Editor: Khoirur Rozi