DAERAH

Persiapkan Seluruh Sekolah Menggelar PTM

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda tinjau kegiatan sekolah PTM.
Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda tinjau kegiatan sekolah PTM.

PALEMBANG— Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tengah mempersiapkan seluruh sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar, dengan cara pertemuan tatap muka (PTM) terbatas di masa PPKM Level 2.

"Berdasarkan evaluasi pelaksanaan sekolah PTM terbatas sejak 6 September 2021, seluruh sekolah di kota ini memungkinkan pada awal Oktober melakukan PTM. Untuk mempersiapkan PTM diupayakan percepatan vaksinasi pelajar, dan perlengkapan pendukung protokol kesehatan mengantisipasi penularan COVID-19," kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, Jumat (24/9).

Berdasarkan evaluasi penerapan sekolah PTM, beberapa pekan ini, pelaksanaannya berjalan dengan baik, sesuai protokol kesehatan dan tidak terjadi penularan virus corona.

Melihat fakta tersebut dan kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan mengantisipasi penularan COVID-19, Pemkot Palembang optimistis seluruh sekolah bisa segera melakukan PTM terbatas.

Dia menjelaskan, saat ini sekolah di tingkat SMP negeri sudah 100 persen PTM, dan SMP swasta baru sekitar 70 persen. Kemudian untuk tingkat SD, dari total 350 sekolah, 60 persen di antaranya telah melaksanakan PTM.


Sementara untuk sekolah tingkat PAUD, hingga pertengahan September ini, baru 40 persen atau per pekan hanya tiga PAUD. Menurut Fitrianti Agustinda, pembukaan sekolah dengan PTM, setelah mempertimbangkan faktor usia siswa dan izin dari orang tua.

Dalam kegiatan PTM terbatas saat ini, menurut Wakil Wali Kota Palembang, siswa belajar selama dua jam, dengan pengaturan masuk kelas dibagi tiga waktu atau bergantian. Jika kondisi pandemi COVID-19 semakin membaik, maka potensi untuk menambah jam belajar bisa dilakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menambahkan PPKM Kota Palembang sudah turun ke Level 2 dan dengan semakin membaiknya zona COVID-19 di kota itu, nantinya jam belajar bisa ditambah.

“Jika risiko penularan COVID-19 semakin rendah atau kondisi terus membaik, lama belajar di sekolah akan ditambah menjadi tiga jam dan pembagian waktu masuk kelas lebih sederhana, dari tiga shift menjadi dua shift sambil menunggu penerapan jadwal normal," tandas Zulinto. (*)

Editor: Desi Wulandari