DAERAH

Masih Pandemi, Bupati Karawang Malah Beli Mobil Dinas Mewah

Ilustrasi mobil dinas. (Antara)
Ilustrasi mobil dinas. (Antara)

KARAWANG - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya mengkritisi pembelian mobil dinas dengan harga cukup fantastis untuk bupati dan wakil bupati Karawang di tengah masa pandemi COVID-19.

"Kondisi sekarang ini masa pandemi. Tentu banyak anggaran pembangunan, kegiatan sosial dan lain-lain yang di-refocusing untuk penanganan COVID-19 tapi Pemkab Karawang justru membeli mobil mewah untuk kendaraan dinas bupati, wakil bupati," jelas Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, di Karawang, Minggu (26/9/2021).

Ia menjelaskan, Pemkab Karawang mengeluarkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk pembelian dua mobil jenis terbaru yakni Mazda CX-9 AWD. Harga satu unit Mazda CX-9 AWD mencapai Rp850-998 juta atau nyaris Rp1 miliar. Menurut Nace, secara regulasi memang tidak ada pelanggaran terkait dengan pembelian mobil dinas mewah untuk bupati dan wakil bupati.

"Tapi paling tidak ada hal yang menjadi pemikiran pihak pemkab. Minimal bisa menunjukkan rasa empati kepada masyarakat karena sekarang ini situasinya pandemi. Masyarakat banyak yang terganggu perekonomiannya di masa pandemi ini. Ini pemda malah beli mobil dinas mewah," jelasnya.

Nace menyampaikan, pada masa pandemi seperti sekarang seharusnya anggaran yang cukup besar itu digunakan untuk penggunaan hal yang lebih penting, seperti penanganan perekonomian masyarakat atau lainnya.


"Kita sangat menyayangkan, pemimpin Karawang seakan-akan tidak punya rasa empati kepada masyarakat yang banyak terganggu perekonomiannya dengan membeli mobil dinas pada masa pandemi ini. Pada masa refocusing anggaran APBD," katanya.

Menurut Nace, jika ada rasa empati, tentu sejak dalam perencanan pembelian mobil dinas itu sudah ditolak. Bahkan, ia pun menduga, pembelian mobil dinas itu justru atas permintaan bupati atau wakil bupati.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo