DAERAH

Banyak Sekolah di Jakbar Tidak Lolos Asesmen PTM

Siswa mengikuti kegiatan PTM terbatas secara langsung dan daring di SDN Lenteng Agung 07, Jakarta, Senin (27/9/2021). (Antara)
Siswa mengikuti kegiatan PTM terbatas secara langsung dan daring di SDN Lenteng Agung 07, Jakarta, Senin (27/9/2021). (Antara)

JAKARTA - Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat I menyebutkan ada beberapa sekolah tidak lolos asesmen untuk syarat menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap dua di daerah itu.

Menurut Kepala Sudin Pendidikan Jakbar I, Aroman, beberapa sekolah tidak lolos saat asesmen karena berbagai alasan.

"Salah satunya ketidakhadiran guru saat mengikuti pelatihan," katanya di Jakarta, Senin (27/9/2021).

Aroman menjelaskan, saat dilakukan pelatihan dimungkinkan ada guru yang tidak bisa hadir. Padahal, syarat untuk mengikuti PTM, guru harus ikut pelatihan minimal tujuh orang guru dari setiap sekolah. Ia menyebut, dari 226 sekolah yang semula mengikuti asesmen, hanya 71 sekolah yang diperbolehkan mengikuti PTM tahap dua mulai 1 Oktober 2021. Sisanya akan diikutsertakan pada PTM tahap selanjutnya. 

"Sisanya tetap kita ikutkan ke PTM tahap tiga," katanya.


Kini, pihaknya tengah menunggu proses asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) yang saat ini masih berjalan. Aroman berharap seluruh sekolah yang dinyatakan layak bisa menggelar PTM sesuai prosedur pada 1 Oktober nanti.

Total 226 sekolah itu terdiri atas 20 TK, 2 SLB, 101 SD, 42 SMP dan 17 SMA. Selain itu 26 SMK, 2 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 7 Madrasah Ibtidaiyah, 7 Madrasah Tsanawiyah dan 2 Madrasah Aliyah.

Seluruh sekolah di bawah naungan Sudin Pendidikan Jakbar I itu berlokasi di wilayah Jakbar I meliput Cengkareng, Kalideres, Tambora dan Taman Sari.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo